Perlindungan Data Pribadi Dalam Penggunaan Teknologi Pemindaian Wajah (Face Recognition Technology) Ditinjau Dari (EU) General Data Protection Regulation Dan (EU) Artificial Intelligence Act

Hazni, Yundarita (2026) Perlindungan Data Pribadi Dalam Penggunaan Teknologi Pemindaian Wajah (Face Recognition Technology) Ditinjau Dari (EU) General Data Protection Regulation Dan (EU) Artificial Intelligence Act. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (764kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (565kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (150kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (420kB)
[img] Text (05. Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Face Recognition Technology (FRT) semakin banyak digunakan sebagai teknologi identifikasi wajah di era Revolusi Industri 5.0. Penggunaan FRT memproses data biometrik yang bersifat sensitif sehingga menimbulkan risiko terhadap privasi dan perlindungan data pribadi. Risiko tersebut meliputi pengumpulan data tanpa persetujuan, pengawasan massal, dan bias algoritma yang diskriminatif. Uni Eropa merespon persoalan ini dengan mengatur perlindungan data pribadi melalui GDPR dan AI Act. Permasalahan ini tercermin dalam kasus Clearview AI Inc. yang mengumpulkan miliaran citra wajah tanpa persetujuan melalui untargeted scraping. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua hal. Pertama, bagaimana pengaturan FRT menurut (EU) General Data Protection Regulation dan (EU) Artificial Intelligence Act? Kedua, bagaimana perlindungan data pribadi terhadap risiko penggunaan FRT menurut (EU) General Data Protection Regulation dan (EU) Artificial Intelligence Act? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis-normatif yang bersifat analitis deskripitif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa menurut GDPR, data biometrik yang diproses oleh FRT diatur sebagai pemrosesan data pribadi yang dilarang oleh Article 9 (1) GDPR, pemrosesan ini hanya dapat dikecualikan berdasarkan persetujuan eksplisit atau dasar hukum tertentu, serta mewajibkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perlindungan data, hak subjek data, dan Data Protection Impact Assessment. Sementara itu, AI Act mengklasifikasikan FRT sebagai sistem AI berisiko tinggi dan melarang sistem AI berbasis untargeted scraping dan real-time remote biometric identification di ruang publik. AI Act juga membedakan kewajiban antara Provider dan Deployer dalam penggunaan sistem AI yang terdapat pada FRT. Kedua regulasi tersebut memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko seperti adanya risiko pengawasan massal dan bias algoritma di ruang publik dan melarang praktik untargeted scraping sebagaimana tercermin di dalam kasus lintas yurisdiksi, yaitu kasus Clearview AI Inc. yang berkedudukan di Amerika Serikat dan melanggar berbagai ketentuan tentang perlindungan data pribadi menurut GDPR dan juga berpotensi melanggar beberapa ketentuan yang ada di dalam AI Act.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Firman Hasan, S.H., LLM. ; Sri Oktavia, S.H., M.Sc., Ph.D.
Uncontrolled Keywords: Perlindungan; Data pribadi; FRT; GDPR; AI Act
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Hukum
Depositing User: S1 Hukum Hukum
Date Deposited: 20 Aug 2026 07:15
Last Modified: 20 Aug 2026 07:15
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529897

Actions (login required)

View Item View Item