Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Akseptor Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tarab II Kabupaten Tanah Datar

Yuniarty, Yuniarty (2026) Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Akseptor Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tarab II Kabupaten Tanah Datar. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (868kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I.pdf - Published Version

Download (316kB)
[img] Text (BAB 7 Kesimpulan dan Saran)
Bab Akhir.pdf - Published Version

Download (220kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka1.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text (Tesis Full)
Full Tesis Watermark.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran melalui penggunaan kontrasepsi guna mewujudkan kesejahteraan keluarga dan pengendalian pertumbuhan penduduk. Meskipun demikian, kecemasan masih menjadi hambatan dalam penggunaan kontrasepsi, yang berkaitan dengan ketakutan terhadap prosedur pemasangan maupun efek samping. Kecemasan berpotensi meningkatkan angka drop-out akseptor KB. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan akseptor KB. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 akseptor KB, dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 36–50 tahun (58,0%), memiliki tiga anak (38,0%), dan menggunakan KB hormonal suntik tiga bulan (23,0%). Mayoritas responden berpendidikan rendah (84,0%), tidak bekerja (62,0%), memiliki pengetahuan tinggi (57,0%), dukungan keluarga baik (55,0%), dukungan sosial baik (51,0%), serta tidak mengalami kecemasan (48,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pekerjaan (p=0,047), pengetahuan (p=0,025), dukungan keluarga (p=0,003), dan dukungan sosial (p=0,008) dengan tingkat kecemasan, sedangkan pendidikan tidak berhubungan signifikan (p=0,544). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor paling dominan (OR=3,27), diikuti pekerjaan (OR=2,86), dukungan keluarga (OR=2,58), dan dukungan sosial (OR=2,38). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan sosial berhubungan signifikan dengan tingkat kecemasan akseptor KB, sedangkan pendidikan tidak berhubungan. Tenaga Kesehatan termasuk bidan diharapkan meningkatkan edukasi kepada akseptor KB mengenai metode kontrasepsi melalui penyampaian informasi yang akurat dan komprehensif guna menurunkan tingkat kecemasan. Bidan melibatkan keluarga dan lingkungan sosial serta memfasilitasi komunikasi terbuka terkait keluhan selama penggunaan kontrasepsi, sehingga akseptor KB mampu mengelola kecemasan secara lebih adaptif.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, SubSp. K-Urogin-RE; Prof. Dr. Elly Usman, M.Si, Apt
Uncontrolled Keywords: Pekerjaan; Pengetahuan; Dukungan Keluarga; Dukungan Sosial; Kecemasan; Akseptor KB
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > S2 Kebidanan
Depositing User: S2 Kebidanan kebidanan
Date Deposited: 10 Apr 2026 07:03
Last Modified: 10 Apr 2026 07:03
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/521347

Actions (login required)

View Item View Item