Jihan, Elga (2025) Asuhan Keperawatan pada Pasien Sindrom Koroner Akut dengan Penerapan Terapi Relaksasi Benson dan Terapi Musik untuk Penurunan Intensitas Nyeri dan Meningkatkan Kualitas Tidur di Ruang Rawat Inap Jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang. Profesi thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (512kB) |
![]() |
Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (330kB) |
![]() |
Text (Bab V Kesimpulan dan Saran)
BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version Download (302kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (321kB) |
![]() |
Text (KIA Full Text)
KIA Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Nyeri merupakan gejala paling umum yang dapat muncul pada pasien sindrom koroner akut. Nyeri dada terjadi karena menurunnya aliran darah ke otot jantung karena penyumbatan arteri koroner, sehingga menyebabkan terjadinya metabolisme anaerob akibat menurunnya oksigen dalam darah dan terjadi penimbunan asam laktat. Nyeri dada dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya seperti gangguan tidur. Terapi relaksasi benson dan terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan berbasis Evidence Based Nursing yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur. Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien sindrom koroner akut dengan penerapan terapi relaksasi benson dan terapi musik untuk menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur di ruang rawat inap jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode penulisan ini adalah studi kasus. Diagnosa yang ditemukan adalah pola napas tidak efektif, nyeri akut, risiko perfusi miokard tidak efektif, dan gangguan pola tidur. Intervensi yang dilakukan yaitu manajemen jalan napas, manajemen nyeri (terapi relaksasi benson), perawatan jantung, dan dukungan tidur (terapi musik). Terapi relaksasi benson dilakukan selama 10-15 menit per sesi dilakukan sebanyak 2 sesi/hari dan terapi musik diberikan selama 15-30 menit/hari. Penilaian nyeri menggunakan instrument visual analog scale dan penilaian kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil penerapan EBN selama 3 hari berturut-turut didapatkan adanya penurunan skala nyeri dan peningkatan kualitas tidur. Dengan demikian, disarankan kepada perawat untuk dapat menerapkan terapi relaksasi benson dan terapi musik sebagai terapi non farmakologi sebagai upaya menurunkan skala nyeri dan meningkatkan kualitas tidur pasien sindrom koroner akut.
Item Type: | Thesis (Profesi) |
---|---|
Supervisors: | Ns.Mulyanti Roberto Muliantino, M.Kep; Wedya Wahyu, S.Kp., M.Kep |
Uncontrolled Keywords: | sindrom koroner akut; nyeri; relaksasi benson; kualitas tidur; terapi musik |
Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Fakultas Keperawatan > Pendidikan Profesi Ners |
Depositing User: | Program S1 Keperawatan |
Date Deposited: | 20 Aug 2025 08:17 |
Last Modified: | 20 Aug 2025 08:17 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/503862 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |