Yulianis, Yulianis (2026) Bioprospeksi Senyawa Bioaktif Jamur Endofit dari Pakis Pohon (Cyathea Contaminans (Hook.) Copel.): Studi In Vitro dan In Silico. S3 thesis, Universitas Aadalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.docx - Published Version Download (563kB) |
|
|
Text
02. BAB I.docx - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. BAB IV.docx - Published Version Download (337kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.docx - Published Version Download (354kB) |
|
|
Text (Disertasi Fulltext)
05. Disertasi fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (404kB) | Request a copy |
Abstract
Tumbuhan obat dan mikroorganisme endofitnya merupakan sumber penting senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai agen terapeutik baru. Jamur endofit, yang hidup dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan gejala penyakit, diketahui mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis yang beragam. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi jamur endofit dari pakis pohon Cyathea contaminans, mengevaluasi aktivitas antibakterinya, serta mengungkap potensi bioaktivitas lanjutan dari metabolit yang dihasilkannya melalui pendekatan in vitro dan in silico. Sebanyak 19 isolat jamur endofit berhasil diperoleh, dengan Paecilomyces subglobosus CBK3 menunjukkan aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap MRSA, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Fraksi diklorometana dari isolat ini menghasilkan tiga senyawa bioaktif, yaitu O-methylcorypaline (OMC), phenylglyoxylic acid (PGA), dan satu senyawa baru O-(4-aminophenethyl) S-methyl carbonothioate (OAPC). Uji in vitro menunjukkan bahwa OMC dan OAPC tidak aktif terhadap MRSA, namun memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Analisis molecular docking mengungkap bahwa OMC dan OAPC memiliki afinitas yang lebih kuat terhadap reseptor ER-α dibandingkan target antibakteri PBP2a, selaras dengan temuan in vitro. Simulasi molecular dynamics selama 100 ns menunjukkan stabilitas tinggi kompleks OAPC–ER-α, memperkuat indikasi potensi antikanker. Untuk mengeksplorasi bioaktivitas lain, docking terhadap COX-2, AT1, dan ACE juga dilakukan, dan OMC menunjukkan afinitas kompetitif terhadap ACE, melampaui kaptopril sebagai kontrol positif. Analisis ADMET menunjukkan bahwa OMC memiliki profil farmakokinetik yang lebih baik dibandingkan PGA, sedangkan OAPC memiliki penyerapan usus tinggi namun menunjukkan potensi hepatotoksisitas dan mutagenisitas. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bahwa OMC merupakan kandidat menjanjikan untuk pengembangan agen antihipertensi baru berbasis metabolit jamur endofit, sedangkan senyawa baru OAPC menunjukkan potensi sebagai kandidat antikanker penarget ER-α yang memerlukan optimasi lebih lanjut. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah penting terkait eksplorasi metabolit endofit dari flora Indonesia sebagai sumber senyawa obat baru, serta menyediakan dasar kuat bagi penelitian lanjutan dalam bidang kimia obat, farmakologi, dan bioteknologi mikroba.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. rer. nat. apt. Dian Handayani; Dr. rer. nat. Agus Supriyono; Dr. apt. Rustini, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Endofit; Cyathea sp; Metabolit Skunder; Antibakteri; Antikanker; antihipertensi |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S3 Farmasi |
| Depositing User: | S3 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 07:50 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 04:21 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]