Barus, Shaqila Zahra (2026) Hubungan Konsumsi Makanan Berisiko Tinggi, Gaya Hidup Sedentari dan Literasi Gizi dengan Status Gizi Lebih Remaja di SMAN 10 Kota Padang Tahun 2026. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (318kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB 1.pdf - Published Version Download (366kB) |
|
|
Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version Download (290kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (256kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Meningkatnya masalah gizi lebih pada remaja di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah, berkaitan dengan perubahan pola konsumsi, gaya hidup sedentari, serta rendahnya literasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan berisiko tinggi, gaya hidup sedentari, dan literasi gizi dengan status gizi lebih pada remaja di SMAN 10 Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada siswa/i SMAN 10 Kota Padang tahun 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan pengisian kuesioner tertentu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α =0,05). Penelitian menunjukkan 27,7% remaja memiliki status gizi lebih, 39,2% sering mengonsumsi makanan berisiko tinggi, 73,8% memiliki gaya hidup sedentari tinggi, dan 60,8% memiliki literasi gizi baik. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan berisiko tinggi dengan status gizi lebih (p-value=0,061; POR=2,28; 95% CI=1,035–5,054), gaya hidup sedentari dengan status gizi lebih (p value=0,081; POR=2,76; 95% CI=0,977–7,834), dan literasi gizi dengan status gizi lebih (p-value=0,063; POR=0,41; 95% CI=0,175–0,972) pada remaja di SMAN 10 Kota Padang. Makanan beresiko tinggi, gaya hidup sedentari, dan literasi gizi tidak berhubungan dengan gizi lebih. Namun ada kecendrungan hubungan dengan nilai POR > 1 dan < 1 . Sehingga remaja tetap disarankan untuk membatasi konsumsi makanan berisiko tinggi, meningkatkan aktivitas fisik, serta meningkatkan literasi gizi agar mampu memilih makanan yang lebih sehat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Nadia Chalida Nur, SKM., MPH ; Firdaus, S.P., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Gizi Lebih ; Literasi Gizi ; Makanan Berisiko Tinggi ; Remaja ; Sedentari |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Gizi |
| Depositing User: | S1 Gizi Gizi |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:23 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:23 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric