BIR PLETOK MINUMAN KHAS BETAWI RIWAYATMU KINI (Studi Kasus: Kampung Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan)

Azra, Reihan Rahmadi (2026) BIR PLETOK MINUMAN KHAS BETAWI RIWAYATMU KINI (Studi Kasus: Kampung Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (254kB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (709kB)
[img] Text (Bab V)
Bab V.pdf - Published Version

Download (283kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
Skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Arus globalisasi dan modernisasi di Jakarta menimbulkan tantangan bagi keberlangsungan kuliner tradisional sebagai identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan eksistensi bir pletok dalam masyarakat Betawi serta menganalisis makna simboliknya dalam perspektif generasi muda dan generasi tua. Penelitian dilatarbelakangi oleh pergeseran konsumsi ke minuman modern, keterbatasan budidaya rempah, dan rendahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai historis bir pletok. Penelitian dilakukan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, menggunakan metode pengumpulan data kualitatif dengan analisis data berdasarkan perspektif antropologi interpretatif Teori Clifford Geertz mengenai simbol budaya sebagai model of dan model for. Penelitian ini menggunakan informan berjumlah tiga belas orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari informan kunci dan informan biasa. Data dikumpulkan melalui pendekatan observasi partisipatoris, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi bir pletok di tengah masyarakat urban dipertahankan melalui dukungan kawasan Setu Babakan, pemanfaatan media sosial, serta strategi adaptasi berupa diversifikasi kemasan serbuk dan inovasi rasa seperti variasi lemon, bir pletok susu kental manis, maupun sebagai sorbet agar relevan dengan gaya hidup modern tanpa melunturkan nilai historisnya. Bagi generasi tua, minuman ini dipahami sebagai bagian dari tradisi, kesehatan, dan identitas etnis. Sementara bagi generasi muda, bir pletok dimaknai sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan meskipun konsumsi hariannya menurun akibat hambatan sensori rasa pedas jahe yang kalah pamor oleh tren kopi susu. Secara konseptual, sebagai model of, bir pletok merefleksikan jati diri dan perlawanan kultural masyarakat Betawi era kolonial terhadap budaya alkohol Eropa lewat simbol warna merah secang dan penamaan "bir" (bi'run). Sebagai model for, simbol kehangatan ini bertindak sebagai bentuk yang memotivasi tindakan komunal warga (seperti nyahi dan malam nyerondeng) serta menggerakkan pelaku UMKM dan konten kreator dalam pelestarian identitas lokal melalui strategi digital.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Sidarta Pujiraharjo S.Sos, M.hum ; Jonson Handrian Ginting, M.A
Uncontrolled Keywords: Bir Pletok, Identitas Budaya, Eksistensi, Makna Simbolik.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial
Depositing User: S1 Antropologi Sosial
Date Deposited: 28 Aug 2026 07:42
Last Modified: 28 Aug 2026 07:42
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533945

Actions (login required)

View Item View Item