Peran Perempuan dalam Tradisi Kenduri Sko dI Kerinci: Studi Etnografi di Wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun

Salwa, Jesi Pebrina (2026) Peran Perempuan dalam Tradisi Kenduri Sko dI Kerinci: Studi Etnografi di Wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Abstrak)
Abstrak + Cover.pdf - Published Version

Download (854kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (477kB)
[img] Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version

Download (340kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img] Text (Tesis Full)
Tesis full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Perempuan dalam masyarakat Jujun menempati kedudukan penting sebagai penerus garis keturunan ibu, pemegang Sko, pemilik rumah Sko, dan penjaga pusaka, namun otoritas formal adat (Depati, Ninik Mamak) justru lebih tampak dijalankan oleh laki-laki. Kesenjangan antara kedudukan genealogis perempuan dan otoritas formal laki-laki inilah yang mendorong penelitian ini, dengan tujuan menganalisis kedudukan dan peran perempuan dalam tradisi Kenduri Sko, serta relasi kuasa antara otoritas formal laki-laki dan legitimasi genealogis-simbolik perempuan di Wilayah Kerapatan Adat Negeri Jujun, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama 20 informan kunci dan pendukung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak berada pada posisi pinggiran, melainkan menjadi unsur struktural yang menopang keteraturan dan keberlangsungan Kenduri Sko melalui perannya menyiapkan logistik, Yupa, dan Karaden, menjaga rumah Sko dan pusaka, serta tampil dalam Tari Iyo-Iyo, selain itu, perempuan memegang kuasa genealogis-simbolik yang bekerja di balik layar dan mampu memengaruhi bahkan mengoreksi keputusan yang telah ditetapkan dalam sidang kerapatan adat. Dapat disimpulkan bahwa relasi antara otoritas formal laki-laki dan legitimasi perempuan bersifat resiprokal dan saling bergantung, bukan dominasi salah satu pihak, sehingga keberlangsungan Kenduri Sko di Jujun selain sebagai alarm juga ditopang oleh negosiasi kuasa yang terus-menerus antara keduanya. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pengakuan yang lebih proporsional terhadap posisi perempuan dalam struktur adat.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Dr. Yevita Nurti, M.Si ; Dr. Noviy Hasanah, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Perempuan; Kenduri Sko; Relasi Kuasa; Kerinci
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Antropologi
Depositing User: S2 Antropologi Antropologi
Date Deposited: 26 Aug 2026 07:58
Last Modified: 26 Aug 2026 07:58
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/532940

Actions (login required)

View Item View Item