Irzal, Ricky Permata (2025) Perbedaan Fungsi Paru Anggota TNI AL Penyelam dan bukan Penyelam. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01.Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (164kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (110kB) |
|
|
Text (BAB VII Kesimpulan dan Saran)
03. Bab VII.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04.Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text (tesis fulltext)
05. Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (56MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan Penyelam TNI Angkatan Laut sering terpapar tekanan lingkungan tinggi selama penyelaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan fungsi paru penyelam TNI AL dengan bukan penyelam menggunakan pemeriksaan spirometri. Metode Penelitian cross-sectional dilakukan pada 40 anggota TNI AL, terdiri dari 20 penyelam dan 20 bukan penyelam. Data yang dinilai meliputi usia, indeks massa tubuh (IMT), status merokok, dan durasi penyelaman. Spirometri digunakan untuk mengukur kapasitas vital (KV), kapasitas vital paksa (KVP), volume ekspirasi paksa dalam satu detik (VEP1), dan rasio VEP1/KVP. Hasil Rerata usia penyelam lebih tinggi dibandingkan bukan penyelam (28,7 ± 6,59 tahun vs. 25,0 ± 4,47 tahun). Obesitas lebih banyak pada bukan penyelam (66,67%) dibandingkan penyelam (33,33%). Mayoritas penyelam bukan perokok (75%), sedangkan sebagian besar bukan penyelam perokok aktif (75%). Durasi penyelaman rerata pada penyelam adalah 3,7 ± 3,73 tahun. Spirometri menunjukkan penurunan fungsi paru signifikan pada penyelam: KV 3800 mL (95% CI: 3600–4000) vs. 4330 mL (95% CI: 4020–4640; p = 0,005), KVP 3780 mL (95% CI: 3560–3990) vs. 4310 mL (95% CI: 3970–4300; p = 0,008), dan VEP1 3090 mL (95% CI: 2950–3230) vs. 3510 mL (95% CI: 3510–3810; p < 0,001). Rasio VEP1/KVP serupa (82,25% vs. 82,23%; p = 0,242). Diskusi Penurunan nilai KV, KVP, dan VEP1 pada penyelam menunjukkan perubahan fungsi paru akibat paparan hiperbarik jangka panjang, latihan fisik, dan intensitas penyelaman. Rasio VEP1/KVP serupa menunjukkan tidak adanya gangguan obstruktif. Kesimpulan Fungsi paru penyelam TNI AL menurun signifikan, sehingga pemantauan kesehatan paru secara berkala diperlukan untuk pencegahan gangguan pernapasan.
| Item Type: | Thesis (Spesialis) |
|---|---|
| Supervisors: | DR. dr. Masrul Basyar, Sp.P (K), FISR, FAPSR ; dr. Afriani, Sp. P (K)Onk, FISR ; Prof. Faisal Yunus, PhD, Sp.P (K), FCCP, FISR |
| Uncontrolled Keywords: | fungsi paru; penyelam; TNI AL; spirometri |
| Subjects: | U Military Science > U Military Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Pulmologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:07 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:07 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/530741 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric