Identifikasi Molekuler Streptococcus pneumoniae dari Isolat Swab Nasofaring Anak dengan Pneumonia di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Ahmad, Basyidah (2026) Identifikasi Molekuler Streptococcus pneumoniae dari Isolat Swab Nasofaring Anak dengan Pneumonia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (586kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img] Text (BAB VI Penutup)
BAB 6 Penutup.pdf - Published Version

Download (315kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (349kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) merupakan salah satu penyebab utama pneumonia pada anak dan kolonisasi di saluran nasofaring memiliki peran penting dalam proses patogenesis dan penularan bakteri. Identifikasi S.pneumoniae menggunakan metode fenotipik saja memiliki keterbatasan karena adanya kemiripan karakteristik dengan kelompok Mitis streptococci sehingga diperlukan pendekatan molekuler untuk meningkatkan akurasi identifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik molekuler S. pneumoniae dan mengetahui keberadaan S. pneumoniae pada anak dengan diagnosis pneumonia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 65 sampel swab nasofaring pasien anak dengan diagnosis pneumonia dianalisis melalui tahapan kultur-enrichment, uji optochin, dan identifikasi molekuler menggunakan PCR konvensional dengan target gen lytA (101bp) sebagai penanda spesifik S. pneumoniae. Sebagian besar pasien anak dengan diagnosis pneumonia pada penelitian ini memiliki jenis kelamin laki-laki dan berusia di bawah satu tahun. Hasil kultur menunjukkan terdapat 24 sampel (36,9%) yang diduga sebagai bakteri S. pneumoniae berdasarkan karakteristik morfologi koloni. Selanjutnya, uji optochin menunjukkan 11 isolat (45,8%) sensitif terhadap optochin. Pemeriksaan PCR konvensional menggunakan primer lytA menghasilkan 3 isolat positif S. pneumoniae, yaitu isolat PDG_009, PDG_037, dan PDG_045. Maka, ditemukan 3 sampel (4.6%) positif S. pneumoniae dan 62 sampel (95.3%) lainnya negatif pada anak dengan diagnosis pneumonia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kombinasi metode kultur-enrichment, uji optochin, dan PCR konvensional menggunakan gen lytA mampu meningkatkan akurasi identifikasi S. pneumoniae. Prevalensi S. pneumoniae pada anak dengan diagnosis pneumonia dalam penelitian ini tergolong rendah, namun tetap memiliki makna epidemiologis sebagai sumber potensial transmisi dan perkembangan penyakit akibat S. pneumoniae.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: dr. Roslaili Rasyid, M. Biomed; Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp. A (K)
Uncontrolled Keywords: Streptococcus pneumoniae; swab nasofaring; pneumonia; PCR konvensional; gen lytA
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Ilmu Biomedis
Depositing User: S1 Ilmu Biomedis
Date Deposited: 21 Aug 2026 01:21
Last Modified: 21 Aug 2026 01:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529822

Actions (login required)

View Item View Item