Rahmi, Rehani Dwi (2026) Gambaran Keausan Gigi Berdasarkan Metode Tooth Wear Evaluation System 2.0 (TWES 2.0) pada Penderita Bruxism di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (271kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (228kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (146kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (213kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Bruxism merupakan aktivitas otot pengunyahan yang ditandai oleh perilaku mengatupkan (clenching) dan menggeretakkan gigi (grinding) secara tidak disadari. Prevalensi bruxism global mencapai 22,22%, sedangkan pada kelompok usia dewasa di Indonesia sekitar 8%. Aktivitas bruxism dapat menyebabkan atrisi akibat kontak berulang antargigi antagonis. Sekitar 70,3% penderita bruxism menunjukkan tanda keausan gigi berupa atrisi sehingga diperlukan metode yang mampu mengevaluasi tingkat keparahan dan distribusi keausan gigi secara sistematis. Tujuan: Mengetahui gambaran keausan gigi berdasarkan metode kuantifikasi tooth wear status pada Tooth Wear Evaluation System 2.0 (TWES 2.0) pada penderita bruxism di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Andalas. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 37 penderita bruxism yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data bruxism diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner BruxScreen-Q dan pemeriksaan klinis menggunakan BruxScreenC. Penilaian keausan gigi dilakukan menggunakan metode kuantifikasi tooth wear status pada TWES 2.0 dan dianalisis secara univariat. Hasil: Kategori keausan gigi yang paling banyak ditemukan adalah generalized mild tooth wear (75,7%), diikuti generalized mild tooth wear and localized moderate tooth wear (13,5%) dan localized mild tooth wear (10,8%). Keausan gigi paling banyak ditemukan pada permukaan insisal (55,6%) dengan frekuensi tertinggi pada sextant 5, sedangkan paling sedikit pada permukaan lingual (0,2%). Kesimpulan: Sebagian besar penderita bruxism termasuk dalam kategori generalized mild tooth wear. Keausan gigi paling banyak ditemukan pada permukaan insisal dengan frekuensi tertinggi pada sextant 5.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | drg. Eni Rahmi, Sp. Pros ; Surma Adnan, S.K.M.,MM |
| Uncontrolled Keywords: | Atrisi; bruxism; keausan gigi; Tooth Wear Evaluation System 2.0 |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | S1 Kedokteran Gigi |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 08:57 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 08:57 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/529637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]