Apriliani, Indah (2026) Pengaruh Penambahan Bawang Putih (Allium sativum L) Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Organoleptik Minyak Bawang Untuk Aplikasi Sebagai Penguat Rasa Pada Produk Mi Goreng. S1 thesis, Universitas andalas.
|
Text
Cover dan Abstrak_compressed.pdf - Published Version Download (147kB) |
|
|
Text (Bab I (pendahuluan))
Bab I (Pendahuluan).pdf - Published Version Download (456kB) |
|
|
Text (Bab V (penutup))
Bab V (Penutup).pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_compressed.pdf - Published Version Download (225kB) |
|
|
Text (Skripsi full text)
Skripsi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (21MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bawang putih (Allium sativum L) terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik minyak bawang yang diaplikasikan sebagai penguat rasa pada produk mi goreng. Pembuatan minyak bawang dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan basis minyak bawang dengan menggoreng bawang merah (140 g) dan bawang prei (60 g) dalam minyak goreng (200 mL) selama 75 menit. Tahap kedua adalah pembuatan minyak bawang melalui penggorengan ulang basis minyak bawang selama 15 menit dengan penambahan bawang putih pada konsentrasi 8%, 10%, 12%, dan 14% secara berturut-turut. Evaluasi meliputi parameter fisik warna, kandungan asam lemak bebas (g/kg), bilangan peroksida (meq O2/kg), serta analisis organoleptik menggunakan uji hedonik, ranking, threshold, dan deskriptif. Hasil menunjukkan penambahan bawang putih memberikan pengaruh signifikan (p<0,05) pada aroma, rasa, asam lemak bebas dan bilangan peroksida, namun tidak signifikan terhadap parameter warna. Sampel dengan penambahan 14% bawang putih menghasilkan bilangan peroksida terendah sebesar 4,21 meq O2/kg, dibandingkan kontrol sebesar 6,16 meq O2/kg, menandakan kestabilan oksidatif yang lebih baik. Nilai asam lemak bebas pada sampel terbaik sebesar 0,19 g/kg, masih memenuhi standar SNI maksimal 0,3 g/kg. Penerimaan organoleptik tertinggi dicapai pada sampel 14% dengan skor aroma 4,52 (sangat suka) dan rasa 4,48 (suka). Penambahan minyak bawang 10 mL pada 50 g mi goreng memberikan peningkatan rasa dan aroma yang signifikan dan paling disukai oleh panelis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof.Dr.Ir.Rini.,M.P. Daimon Syukri,S.Si. M.Si.Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | Onion oil; Garlic; fried noodles; Organoleptic; flavor enhancer |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Pertanian > S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian |
| Depositing User: | S1 Teknologi Hasil Pertanian |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 08:17 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 08:17 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/528845 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]