Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Merkuri Melalui Konsumsi Ikan di Indonesia: Systematic Review

Wahyu, Reski Tri (2026) Risiko Kesehatan Akibat Pajanan Merkuri Melalui Konsumsi Ikan di Indonesia: Systematic Review. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (396kB)
[img] Text (03. BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (363kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (378kB)
[img] Text (05. Skirpsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Pajanan merkuri bersifat toksik dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama melalui konsumsi ikan. Oleh karena itu, diperlukan kajian risiko kesehatan akibat pajanan merkuri melalui konsumsi ikan di Indonesia yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan, konsentrasi merkuri, nilai intake, serta tingkat risiko kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain systematic review terhadap studi Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan mengacu pada PRISMA 2020. Artikel yang ditelaah merupakan publikasi periode 2015–2025 pada database Garuda, PubMed, ScienceDirect, dan GoogleScholar dengan kata kunci, meliputi “ikan”, “merkuri”, serta “Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan”. Sebanyak 19 artikel memenuhi kriteria inklusi pada rentang tahun 2015–2025. Ditemukan 42 spesies ikan terkontaminasi merkuri (19 ikan air tawar dan 23 ikan laut) dengan spesies dominan ikan nila (Oreochromis niloticus). Sebanyak 35,4% data melebihi ambang batas SNI 7387:2009 (0,5 mg/kg) dengan konsentrasi tertinggi di Sulawesi Utara (13,519 mg/kg). Nilai intake pada dewasa sebesar 3,2x10-4±5,5x10-4 mg/kg/hari (realtime) dan anak-anak sebesar 2x10-3±3x10-3 mg/kg/hari. Nilai RQ pada dewasa sebesar 0,56±0,97 dan anak-anak sebesar 3,59±5,27. Risiko kesehatan bervariasi antar kelompok dengan nilai mean pada anak-anak menunjukkan adanya risiko non-karsinogenik (RQ>1). Oleh karena itu, diperlukan pengendalian sumber pencemaran merkuri dan penguatan pengawasan keamanan pangan.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Randy Novirsa, S.K.M., M.K.M., Ph.D.; Trisfa Augia, S.Si., Apt., M.Sc
Uncontrolled Keywords: Merkuri; Konsumsi Ikan; Risiko Kesehatan; Risk Quotient; Indonesia
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S1 Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 23 Apr 2026 00:56
Last Modified: 23 Apr 2026 00:56
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/524621

Actions (login required)

View Item View Item