MAKNA LIRIK LAGU DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH : TINJAUAN SEMIOTIKA RIFFATERRE

Ihsan, Cahya Al Malikul (2026) MAKNA LIRIK LAGU DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH : TINJAUAN SEMIOTIKA RIFFATERRE. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover Abstrak..pdf - Published Version

Download (333kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (354kB)
[img] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV Penutup.pdf - Published Version

Download (216kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (236kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
E-Skripsi - Cahya Al Malikul Ihsan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan makna empat lirik lagu dalam album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah, yaitu “Jangan Ditelan”, “Tawa”, “Semua Aku Dirayakan”, dan “Di Akhir Perang”. Keempat lirik lagu tersebut dipilih karena menampilkan bahasa puitik yang kuat melalui metafora, simbol, dan ungkapan tidak langsung yang memungkinkan dilakukan analisis semiotik. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Michael Riffaterre melalui dua tahap pembacaan, yaitu pembacaan heuristik untuk memahami makna literal dan pembacaan hermeneutik untuk menafsirkan makna puitik. Analisis dilakukan dengan membaca teks secara berulang, kemudian mengidentifikasi matriks, model, varian, serta hipogram yang membentuk struktur makna dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu tersebut merepresentasikan tahapan perjalanan batin tokoh “aku”. Lagu “Jangan Ditelan” menggambarkan upaya membatasi terhadap penilaian negatif dari luar. Lagu “Tawa” menunjukkan proses menghadapi luka batin dengan suka cita. Lagu “Semua Aku Dirayakan” menampilkan pengalaman diterima dan dihargai oleh orang lain yang membantu memulihkan harga diri. Lagu “Di Akhir Perang” menggambarkan perdamaian batin setelah konflik internal berakhir. Secara keseluruhan, keempat lagu tersebut membentuk rangkaian makna tentang perjalanan batin dari menghadapi stigma dan luka menuju penerimaan diri, yang juga tumbuh melalui pengalaman dicintai dan diterima oleh orang lain.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Fadlillah, M.Si;Dr. Syafril, M.Si
Uncontrolled Keywords: lirik lagu;semiotika Riffaterre;makna puitik;penerimaan diri; Nadin Amizah
Subjects: M Music and Books on Music > ML Literature of music
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > S1 Sastra Indonesia
Depositing User: S1 Sastra Indonesia
Date Deposited: 18 Apr 2026 03:38
Last Modified: 18 Apr 2026 03:38
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/523544

Actions (login required)

View Item View Item