Hubungan Durasi Penggunaan Obat Antihipertensi dengan Tingkat Keluhan Subjektif Xerostomia pada Lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang

Salsabila, Amalia Andina (2026) Hubungan Durasi Penggunaan Obat Antihipertensi dengan Tingkat Keluhan Subjektif Xerostomia pada Lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (731kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (243kB)
[img] Text (BAB VI)
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (222kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (243kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (23MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Xerostomia adalah perasaan subjektif kekeringan pada mulut. Hal ini berbeda dengan hiposalivasi, yang merujuk pada penurunan laju aliran saliva yang terukur dan objektif, yang bisa disertai atau tidak dengan xerostomia. Keluhan xerostomia pada populasi lansia lebih banyak disebabkan oleh pengobatan daripada perubahan pada kelenjar saliva. Lebih dari 500 obat, termasuk obat antikolinergik, antihistamin, antihipertensi, penenang, dan relaksan otot rangka, dapat memengaruhi laju aliran saliva dan memicu xerostomia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan obat antihipertensi dan tingkat keluhan subjektif xerostomia pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Sampel yang terpilih sebanyak 109 lansia dengan hipertensi terkontrol yang datang ke Puskesmas Belimbing Kota Padang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data durasi penggunaan obat antihipertensi dikumpulkan menggunakan kuesioner riwayat penggunaan obat, sementara pengukuran tingkat keluhan subjektif xerostomia dilakukan dengan kuesioner Summated Xerostomia Inventory Indonesian Version (SXI-ID). Hasil: sebanyak 47,1% responden mengonsumsi obat antihipertensi selama ≥4 tahun. Keluhan subjektif xerostomia sedang paling banyak dialami oleh responden, yaitu sebanyak 53,2%. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Durasi penggunaan obat antihipertensi memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat keluhan subjektif xerostomia pada lansia di Puskesmas Belimbing Kota Padang.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. drg. Lendrawati, MDSc; drg. Arymbi Pujiastuty, M.Kes
Uncontrolled Keywords: Antihipertensi; Xerostomia; Lansia; Durasi
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi
Depositing User: S1 Kedokteran Gigi
Date Deposited: 10 Apr 2026 01:36
Last Modified: 10 Apr 2026 01:36
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/522489

Actions (login required)

View Item View Item