Studi Komparasi Kinerja Gedung Beton Bertulang Lima Lantai dengan dan Tanpa Dinding Geser Menggunakan Kurva Fragilitas

Setyo, Fras (2026) Studi Komparasi Kinerja Gedung Beton Bertulang Lima Lantai dengan dan Tanpa Dinding Geser Menggunakan Kurva Fragilitas. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (766kB)
[img] Text (02. BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (18MB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (32MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerentanan gempa yang tinggi, terutama di Provinsi Sumatera Barat, dengan Kota Padang yang berisiko signifikan akibat lokasi geologisnya. Bangunan pendidikan diklasifikasikan sebagai bangunan dengan faktor keutamaan IV, sehingga memerlukan tingkat kinerja seismik yang lebih tinggi guna meminimalkan potensi korban jiwa serta menjamin keberlanjutan fungsi bangunan pascagempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik dan kerentanan seismik gedung beton bertulang dengan dan tanpa dinding geser melalui metode Pushover Analysis dan pengembangan kurva fragilitas. Analisis statik nonlinier (pushover analysis) digunakan untuk memperoleh kapasitas struktur dan menentukan titik kinerja berdasarkan ketentuan FEMA 356. Tingkat kinerja struktur dievaluasi dalam kategori Immediate Occupancy, Life Safety, dan Operational. Hasil evaluasi kinerja menunjukkan bahwa bangunan tanpa dinding geser berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy, yang meskipun masih tergolong aman, belum optimal untuk bangunan pendidikan dengan faktor keutamaan IV. Penambahan dinding geser terbukti efektif dalam meningkatkan kekakuan dan kapasitas lateral struktur, mengurangi simpangan, serta meningkatkan ketahanan seismik bangunan. Dengan demikian, bangunan dengan perkuatan dinding geser menunjukkan peningkatan kinerja dan berpotensi mencapai tingkat kinerja Operational. Selanjutnya, kurva fragilitas disusun menggunakan metode HAZUS untuk menggambarkan probabilitas terjadinya tingkat kerusakan struktur pada berbagai intensitas gempa. Kurva fragilitas dikembangkan untuk beberapa tingkat kerusakan, yaitu slight, moderate, extensive, dan complete damage. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan tanpa dinding geser memiliki probabilitas kerusakan sedang hingga berat yang lebih tinggi. Sebaliknya, bangunan dengan perkuatan dinding geser menunjukkan penurunan probabilitas kerusakan yang signifikan, terutama pada tingkat kerusakan ekstensif dan kerusakan total.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Ir. Masrilayanti, S.T., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Eng. Ir. Rendy Thamrin, M.T.
Uncontrolled Keywords: Analisis Pushover; Kinerja Seismik; Kurva Fragilitas; Metode Hazus; bangunan Pendidikan; Dinding Geser
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > S2 Teknik Sipil
Depositing User: S2 Teknik Sipil
Date Deposited: 30 Jan 2026 01:26
Last Modified: 30 Jan 2026 01:26
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520056

Actions (login required)

View Item View Item