Selfi, Kian Auruma (2026) ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN, JARAK TEMPUH PERJALANAN, DAN AKSESIBILITAS TERHADAP PREFERENSI MODA TRANSPORTASI UMUM KOTA PADANG (STUDI KASUS : ANGKOT DAN TRANS PADANG DI KORIDOR 6). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
abstrak_compressed (1).pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 Pendahuluan_compressed.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5 Penutup_compressed.pdf - Published Version Download (96kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_compressed.pdf - Published Version Download (114kB) |
|
|
Text (skripsi full teks)
skripsi fullteks_compressed.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (956kB) | Request a copy |
Abstract
Transportasi umum memegang peran yang sangat vital dalam menyokong dinamika mobilitas perkotaan di Kota Padang, khususnya pada lintasan Koridor 6. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendapatan, jarak tempuh perjalanan, dan aksesibilitas fisik terhadap preferensi pemilihan moda antara Angkutan Kota (Angkot) dan Bus Rapid Transit (Trans Padang) di Koridor 6 Kota Padang. Mengadopsi pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 131 responden aktif dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square, Regresi Logistik Biner, dan Elastisitas Busur (Arc Elasticity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pemilihan moda. Aksesibilitas fisik ditemukan sebagai determinan paling dominan dengan nilai Odds Ratio yang sangat tinggi, mengindikasikan bahwa kemudahan mencapai titik henti (first-mile) lebih dipertimbangkan dibandingkan faktor biaya. Secara spasial, ditemukan segmentasi pasar yang jelas: Angkot mendominasi perjalanan jarak pendek (< 2 km) dengan preferensi 80% berkat keunggulan layanan door-to-door, sementara Trans Padang menguasai perjalanan jarak jauh (> 10 km) dengan preferensi mencapai 88%. Analisis sensitivitas harga menunjukkan bahwa permintaan Trans Padang secara agregat bersifat inelastis (0,266) dengan tingkat loyalitas pengguna mencapai 91,0% pada skenario kenaikan tarif menjadi Rp 5.000. Namun, kerentanan terdeteksi pada segmen jarak pendek yang bersifat elastis (1,133), di mana kenaikan tarif memicu perpindahan moda secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua moda memiliki peran komplementer, sehingga diperlukan strategi restrukturisasi Angkot sebagai angkutan pengumpan (feeder) untuk memperkuat ekosistem layanan Trans Padang secara keseluruhan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | YOSSYAFRA S.T, M.Eng.Sc., Ph.D. |
| Uncontrolled Keywords: | pemilihan moda, regresi logistik biner, revealed preference, aksesibilitas, elastisitas tarif |
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
| Depositing User: | S1 Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:58 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 08:58 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/520024 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]