Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Phlebitis pada Lansia yang Terpasang Infus di Ruang Rawat Inap RSUD dr.Rasidin Padang

Febriandi, Wahyu (2026) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Phlebitis pada Lansia yang Terpasang Infus di Ruang Rawat Inap RSUD dr.Rasidin Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (cover&abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (744kB)
[img] Text (bab 1)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (406kB)
[img] Text (bab VII)
03. BAB VII.pdf - Published Version

Download (359kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04 . Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (383kB)
[img] Text (fulltext)
05. Skripsi Fulltext Wahyu Febriandi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 29 January 2027.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Phlebitis merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat pemasangan kateter vena perifer dan masih menjadi permasalahan dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kondisi ini ditandai dengan peradangan vena yang menimbulkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar lokasi pemasangan infus. Pasien lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami phlebitis akibat perubahan fisiologis, seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan meningkatnya kerapuhan vena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian phlebitis, meliputi ukuran kanula, lokasi pemasangan, dan lama pemasangan infus pada pasien lansia di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 48 pasien lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup karakteristik responden serta penilaian phlebitis menggunakan Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score. Analisis data dilakukan secara bivariat. Hasil penelitian menunjukkan angka terjadinya phlebitis sebesar 35,4%. Terdapat hubungan signifikan antara ukuran kanula (p = 0,008), lokasi pemasangan infus (p = 0,007), dan lama pemasangan infus (p = 0,047) dengan terjadinya phlebitis. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan terapi intravena melalui pemilihan ukuran kanula, penentuan lokasi pemasangan yang aman, serta pemantauan secara rutin terhadap lama pemasangan infus guna mencegah terjadinya phlebitis.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr.Rika Sabri, S.Kp M.Kes.,Sp.Kom., Ns. Mulyanti Roberto Muliantino, M.Kep.
Uncontrolled Keywords: Phlebitis, Lansia, Ukuran Kanula, Lokasi Pemasangan, Lama Pemasangan Infus.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan
Depositing User: S1 Keperawatan Keperawatan
Date Deposited: 29 Jan 2026 10:50
Last Modified: 29 Jan 2026 10:50
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519756

Actions (login required)

View Item View Item