Kajian Etnobotani Pemanfaatan Limau (Citrus L.) di Kawasan Urban Sumatera Barat

Sherli, Ivani (2026) Kajian Etnobotani Pemanfaatan Limau (Citrus L.) di Kawasan Urban Sumatera Barat. D3 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (199kB)
[img] Text (BAB 1 Pendahuluan)
BAB 1 pendahuluan.pdf - Published Version

Download (195kB)
[img] Text (BAB 5 Penutup)
BAB 5 penutup.pdf - Published Version

Download (162kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (231kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tumbuhan limau atau Citrus merupakan tumbuhan yang sudah banyak dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Dokumentasi etnobotani pemanfaatan tumbuhan limau oleh masyarakat urban semakin penting seiring dengan perubahan dinamika sosial dan kultural yang terjadi karena adanya urbanisasi, hal ini dapat menyebabkan pertukaran informasi dan pengetahuan botani antar masyarakat lokal dengan masyarakat pendatang dari luar kawasan urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan Limau oleh masyarakat urban di Sumatera Barat berdasarkan perspektif etnobotani melalui metode survei pasar. Penelitian dilakukan di tiga pasar tradisional pada kawasan urban Sumatera Barat yaitu Pasar Raya Kota Padang, Pasar Bawah Kota Bukittinggi dan Pasar Ibuh Kota Payakumbuh. Pengumpulan data etnobotani dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur pada informan dengan kategori pedagang obat herbal, pedagang buah, pedagang bumbu rempah dan juga pembeli pada masing-masing pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies Citrus dengan 39 macam nama lokal limau yang di jual di ketiga pasar tradisional di kawasan urban Sumatera Barat. Tumbuhan limau paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional. Limau yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi adalah limau kapeh (C. x aurantiifolia), yang ditandai dengan nilai UV = 0.13 dan nilai RFC = 0.54. Nilai kesamaan jenis limau antar ketiga pasar tradisional di kawasan urban di Sumatera Barat tergolong cukup tinggi, dengan kesamaan jenis yang paling tinggi yaitu sebesar 80% pada Pasar Raya Kota Padang dan Pasar Bawah Bukittinggi.

Item Type: Thesis (D3)
Supervisors: Prof. Dr.Syamsuardi
Uncontrolled Keywords: Citrus, Etnobotani, Limau, Pasar Tradisional, Sumatera Barat, Urban
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Biologi
Depositing User: S1 Biologi Biologi
Date Deposited: 30 Jan 2026 02:51
Last Modified: 30 Jan 2026 02:51
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519518

Actions (login required)

View Item View Item