Fajar, Muhammad Ilham (2025) Motif Peserta Didik Usia Sekolah Memilih Pendidikan Paket C (Studi Fenomenologi Pada Peserta Didik PKBM Suka Maju Sejahtera Kecamatan Padang Barat Kota Padang). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (374kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (562kB) |
|
|
Text (BAB IV PENUTUP)
BAB IV PENUTUP.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pendidikan Paket C pada umumnya dimanfaatkan oleh individu yang putus sekolah dan ingin melanjutkan pendidikan setara SMA, terutama bagi mereka yang sudah berada di atas usia sekolah dan tidak dapat lagi memasuki pendidikan formal. Sementara itu, peserta didik yang masih berada dalam usia sekolah idealnya mengakses pendidikan melalui jalur formal, karena jalur tersebut dirancang sebagai pendidikan utama yang bersifat wajib, terstruktur, dan berjenjang. Namun, realitas saat ini menunjukkan sebaliknya. Persentase peserta didik usia sekolah yang memilih jalur pendidikan Paket C justru semakin meningkat. Fenomena ini masih jarang diteliti, sehingga membuka peluang bagi penelitian lebih mendalam mengenai motif peserta didik usia sekolah lebih memilih Paket C dibandingkan jalur pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan mengungkap alasan mendasar (because of motive) dan tujuan masa depan (in order to motive) peserta didik usia 16–19 tahun yang memilih Program Paket C sebagai jalur pendidikan alternatif. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dan analisis dengan menggunakan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggali pengalaman subjektif peserta melalui wawancara mendalam dengan informan 6 imforman pelaku dan 3 Informan pemgamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa because of motives peserta didik dalam memilih Paket C meliputi pengalaman ketidakmampuan mengikuti peraturan sekolah formal yang dipersepsikan terlalu ketat dan tidak relevan dengan tujuan pembelajaran, ketidaksesuaian dengan sistem pembelajaran yang padat dan kaku, pengalaman bekerja saat masih bersekolah yang menyebabkan ketidakfokusan belajar, hambatan sistem zonasi yang membatasi akses ke SMA Negeri, serta pengalaman perlakuan guru yang keras sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Pengalaman-pengalaman tersebut membentuk makna subjektif peserta didik terhadap pendidikan formal, yakni aturan sekolah dipahami tidak relevan dengan kebutuhan belajar, pendidikan formal dimaknai tidak terlalu penting ketika individu telah bekerja, pendidikan tetap dianggap penting namun tidak harus ditempuh melalui jalur formal, serta sekolah formal dipersepsikan bukan sebagai tempat yang cocok bagi semua orang. Adapun in order to motives mencakup keinginan melanjutkan pendidikan sesuai minat dan memperoleh ijazah untuk studi lanjut, harapan terhadap lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan nyaman tanpa tekanan dari guru maupun sistem yang ketat, serta kebutuhan untuk membuktikan diri kepada keluarga dan lingkungan sosial. Dengan demikian, keputusan memilih Paket C tidak hanya dipengaruhi oleh hambatan dalam pendidikan formal, tetapi juga merupakan hasil kesadaran subjektif aktor untuk mencapai tujuan pendidikan yang dianggap lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan hidup mereka.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Zuldesni, S.Sos., MA; Dra. Nini Anggraini, M.Pd |
| Uncontrolled Keywords: | Because Motive; In Order to Motive; Paket C; Pendidikan; Peserta Didik; Usia Sekolah; |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi Sosiologi |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:38 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:38 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518858 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric