Fahrur, Rozi Illahi (2024) HUBUNGAN DISBIOSIS MIKROBIOTA USUS DENGAN KEJADIAN ENDOMETRIOSIS DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG. Spesialis thesis, Universitas Andalas.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (790kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB AKHIR KESIMPULAN DAN SARAN)
BAB AKHIR KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version Download (407kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (FULL TEKS)
full teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (25MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK HUBUNGAN DISBIOSIS MIKROBIOTA USUS DENGAN KEJADIAN ENDOMETRIOSIS DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Fahrur Rozi Illahi1 , Haviz Yuad2 , Andani Eka Putra3 , Bobby Indra Utama4 , Roza Sriyanti5 , Mondale Saputra2 1. Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang 2. Divisi Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang 3. Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 4. Divisi Uroginekologi dan Rekonstruksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang 5. Divisi Fetomaternal, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/ RSUP Dr. M.Djamil, Padang Pendahuluan: Endometriosis adalah gangguan inflamasi yang berkaitan dengan estrogen. Diperkirakan 8-10% wanita endometriosis. Penyebab pasti endometriosis belum diketahui, namun beberapa teori seperti menstruasi retrograd, disfungsi imunologi, dan predisposisi genetik telah diajukan. Penelitian terbaru menunjukkan perubahan pada komposisi mikrobiota usus wanita dengan endometriosis. Ketidakseimbangan mikrobiota ini dapat berkontribusi pada peradangan kronis dan gangguan metabolisme estrogen yang mempengaruhi perkembangan endometriosis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi antara mikrobiota dan endometriosis, serta potensi pengobatan dengan modifikasi mikrobiota melalui probiotik atau antibiotik. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan disbiosis mikrobiota usus terhadap kejadian endometriosis di RSUP Dr. M. Djamil Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Sampel yang digunakan berjumlah 44 orang, yang dipilih melalui metode consecutive sampling, pemeriksaan penggunakan 16s metagenomic sequencing. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Bacteroidetes dan Firmicutes memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan mikrobiota usus pada perempuan dengan dan tanpa endometriosis. Untuk Bacteroidetes, diperoleh nilai p sebesar 0,001 yang menunjukkan bahwa Bacteroidetes lebih dominan pada kelompok dengan endometriosis dibandingkan kelompok tanpa endometriosis. Sementara itu, untuk Firmicutes, nilai p sebesar 0,027 menunjukkan bahwa Firmicutes lebih banyak ditemukan pada kelompok tanpa endometriosis dibandingkan kelompok dengan endometriosis. Selain itu, terdapat tiga spesies yang secara signifikan berkontribusi terhadap disbiosis pada perempuan dengan endometriosis dibandingkan yang tanpa endometriosis. Pada spesies Bacteroides eggerthii, diperoleh nilai p sebesar 0,043 dengan rerata sebesar 26,36 pada perempuan dengan endometriosis, yang mengindikasikan bahwa spesies ini lebih banyak ditemukan pada kelompok dengan endometriosis. Sementara itu, Eubacterium eligens (p = 0,000, rerata = 29,57) dan Roseburia faecis (p = 0,025, rerata = 26,84) ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi pada kelompok tanpa endometriosis dibandingkan kelompok dengan endometriosis. Diskusi: Bacteroidetes dan Firmicutes merupakan dua filum bakteri dominan yang ditemukan dalam mikrobiota usus manusia. Bacteroidetes, kelompok bakteri gram negatif, berperan utama dalam metabolisme karbohidrat kompleks serta dapat memengaruhi respons imun. Pada kasus endometriosis, peningkatan kadar Bacteroidetes telah dikaitkan dengan perubahan proses metabolik dan peningkatan respons inflamasi. Sebaliknya, Firmicutes, yang mencakup bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus, berperan dalam proses pencernaan dan produksi asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFAs) yang memiliki efek antiinflamasi. Disbiosis spesifik dari mikrobiota usus, yang dikenal sebagai estrobolom, memainkan peran penting dalam metabolisme estrogen dan dapat meningkatkan kadar estrogen sirkulasi dalam tubuh. Estrobolom diketahui memproduksi enzim seperti β-glukuronidase dan β-glukosidase, yang berfungsi mendekonjugasi estrogen sehingga meningkatkan reabsorpsi estrogen bebas di usus. Proses ini dapat menyebabkan kondisi hiperestrogenik yang berkontribusi terhadap perkembangan dan progresivitas endometriosis. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan terhadap disbiosis mikrobiota usus dengan kejadian endometriosis.
| Item Type: | Thesis (Spesialis) |
|---|---|
| Supervisors: | dr. Haviz Yuad, Sp.O.G., Subsp. F.E.R ; Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc |
| Uncontrolled Keywords: | Endometriosis, disbiosis, mikrobiota usus, bacteroidetes, firmicutes |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-1 Obstetrik dan Ginekologi |
| Depositing User: | Sp-1 Kedokteran Kedokteran |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 07:39 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 07:39 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/516306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]