Al Farisi, Ghiyats Fadhila (2025) PENENTUAN INDEKS KONDISI PERKERASAN JALAN PADA JL. PAGU PAGU, NAGARI PANDAI SIKEK. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (335kB) |
![]() |
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (152kB) |
![]() |
Text (Bab 5 Penutup)
Bab 5 Penutup.pdf - Published Version Download (158kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (178kB) |
![]() |
Text (Skripsi full text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) merupakan metode penting dalam mengevaluasi kondisi perkerasan jalan, terutama pascabencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi perkerasan lentur di wilayah Pagu-Pagu yang terdampak bencana alam, dengan menggunakan metode PCI sebagai dasar analisis kuantitatif tingkat kerusakan jalan sekaligus sebagai acuan perencanaan rehabilitasi. Tahapan penelitian meliputi survei visual lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat keparahan kerusakan, pengolahan data berdasarkan luas serta intensitas kerusakan, dan perhitungan nilai PCI berdasarkan standar Binamarga. Penelitian difokuskan pada beberapa segmen jalan utama di wilayah Pagu-Pagu yang mengalami kerusakan terparah. Jenis kerusakan yang ditemukan antara lain retak kulit buaya, retak blok, retak tepi, retak memanjang/melintang, lubang, pelepasan butir, penurunan, dan amblas. Selain itu, analisis penyebab kerusakan menunjukkan bahwa faktor utama kerusakan berasal dari intensitas curah hujan yang tinggi, pergerakan tanah, tekanan kendaraan berat selama masa evakuasi, serta buruknya sistem drainase. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai IKP rata-rata sebesar 83 dengan nilai unit khusus sebesar 75, menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan dan dapat dijadikan acuan penilaian. Tujuh unit tercatat memerlukan tindakan rekonstruksi, di mana Unit 7 merupakan yang terparah dengan nilai IKP 25, sedangkan Unit 4 mengalami kerusakan berat pada berbagai jenis kerusakan. Rekapitulasi kebutuhan pemeliharaan menunjukkan bahwa 30 unit membutuhkan pemeliharaan rutin, 2 unit pemeliharaan berkala, 6 unit peningkatan struktural, dan 7 unit rekonstruksi penuh. Oleh karena itu, strategi penanganan yang disarankan meliputi peningkatan kualitas dan frekuensi pemeliharaan rutin, pelaksanaan pemeliharaan berkala secara teratur untuk memperpanjang umur jalan, serta prioritisasi terhadap segmen jalan yang memerlukan peningkatan struktural dan rekonstruksi. Strategi ini mencakup penggantian lapisan fondasi dan permukaan, penggunaan material sesuai spesifikasi, serta pemberian overlay bila diperlukan. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi jalan pascabencana dan diharapkan menjadi acuan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan rehabilitasi infrastruktur jalan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | YOSRITZAL,S.T.,M.T.,Ph.D |
Uncontrolled Keywords: | Indeks Kondisi Perkerasan, IKP, Bencana Alam, Kerusakan Jalan, Rehabilitasi |
Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Sipil |
Depositing User: | s1 Teknik Sipil |
Date Deposited: | 26 Aug 2025 03:13 |
Last Modified: | 26 Aug 2025 03:13 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/505475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |