Faez, Saipo (2025) Hubungan Ketebalan Retinal Nerve Fibre Layer (RNFL) Dengan Stadium Primary Open-Angle Glaucoma (POAG) Dan Visual Field Index (VFI) Di RSUP Dr. M. Djamil Pada Tahun 2021-2023. S1 thesis, Universitas Andalas.
![]() |
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (623kB) |
![]() |
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (548kB) |
![]() |
Text (Bab 7 Penutup)
Bab 7 Penutup.pdf - Published Version Download (431kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (385kB) |
![]() |
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Softcopy.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Glaukoma primer sudut terbuka (Primary Open-Angle Glaucoma/POAG) merupakan neuropati optik progresif yang ditandai dengan kerusakan progresif pada sel ganglion retina (RGC) dan lapisan serabut saraf retina (RNFL). Pemeriksaan Optical Coherence Tomography (OCT) memungkinkan deteksi awal perubahan struktural melalui pengukuran ketebalan Retinal Nerve Fibre Layer (RNFL) dan Ganglion Cell–Inner Plexiform Layer (GCIPL) sebelum kerusakan lapang pandang terdeteksi secara fungsional melalui Visual Field Index (VFI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stadium POAG dengan ketebalan RGC (yang diwakili oleh GCIPL) dan RNFL, serta menilai hubungan antara stadium POAG dan stadium VFI. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien POAG yang menjalani pemeriksaan OCT dan perimetri di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2021 – Desember 2023. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis, uji korelasi Spearman serta uji One-Way ANOVA. Hasil dari 106 sampel mata yang diteliti, didapatkan rerata ketebalan RNFL menurun seiring peningkatan stadium POAG, dengan rerata 91,00 µm (stadium ringan), 85,79 µm (stadium sedang), dan 58,33 µm (stadium berat). Penurunan yang signifikan juga terlihat pada ketebalan GCIPL, yaitu 76,28 µm (ringan), 74,36 µm (sedang), dan 54,63 µm (berat). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara stadium POAG dan stadium VFI (p > 0,05), yang kemungkinan disebabkan oleh reliabilitas pemeriksaan perimetri. Secara kesimpulan, terdapat hubungan yang signifikan antara stadium POAG dengan ketebalan RNFL dan GCIPL. Semakin berat stadium POAG, semakin berkurang ketebalan RNFL dan GCIPL. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara stadium POAG dan stadium VFI. Pengukuran GCIPL dan RNFL melalui OCT dapat digunakan sebagai indikator struktural dalam mendeteksi dan memantau progresivitas POAG, bahkan sebelum kerusakan fungsional lapang pandang terdeteksi.
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Supervisors: | Dr. dr. Fitratul Ilahi, Sp.M (K). |
Uncontrolled Keywords: | Glaukoma Primer Sudut Terbuka, RGC, RNFL, GCIPL, VFI, OCT |
Subjects: | R Medicine > RE Ophthalmology |
Divisions: | Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran |
Depositing User: | S1 Pendidikan Kedokteran |
Date Deposited: | 20 Aug 2025 07:41 |
Last Modified: | 20 Aug 2025 07:41 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/503967 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |