Tara, Fadhillah (2023) PERBEDAAN KADAR RERATA 1,25 DIHIDROKSI VITAMIN D3 DAN KALSIUM PADA PREEKLAMPSIA DAN KEHAMILAN NORMAL SERTA HUBUNGANNYA DENGAN LUARAN MATERNAL DAN PERINATAL. Masters thesis, Universitas Andalas.
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (131kB) |
|
Text (Bab I Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (115kB) |
|
Text (BAB VII Kesimpulan dan Saran)
Bab VII Kesimpulan dan Saran.pdf - Published Version Download (40kB) |
|
Text (daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (124kB) |
|
Text (Tesis Full Text)
Tesis Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Pendahuluan: Preeklamsia adalah sindrom spesifik kehamilan dan berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Salah satu hipotesis mengenai etiologi preeklamsia adalah defisiensi vitamin D selama kehamilan. 1,25 dihidroksikolekalsiferol merupakan pengatur transpor kalsium plasenta, dan berfungsi sebagai imunomodulator plasenta. Vitamin D mungkin memainkan peran penting dalam proses pembuahan, implantasi dan perkembangan plasenta itu sendiri. Tujuan: Kami menganalisis hubungan 1,25 serum dyhidroksicholecalciferol dan kadar kalsium pada kehamilan dengan preeklamsia dan kehamilan normal. Metode: Studi case control ini melibatkan total 80 wanita hamil dalam kehamilan (40 dengan PE dan 40 tanpa PE sebagai kontrol). Dilakukan pengukuran kadar 1,25 dyhidroksikolekalsiferol dan kalsium pada masing-masing kelompok sampel. Hasil: Studi penelitian ini berupa analitik case control yang membandingkan kadar plasma 1,25 serum dyhidroksikolekalsiferol dan kalsium pada kehamilan normal dan kasus preeklamsia. Kadar serum 1,25 dihidroksikolekalsiferol dilaporkan dalam pikogram per mililiter dan kalsium dalam miligram per desiliter. Untuk menganalisis hubungan antara kadar Vitamin D, dilakukan uji T independen (p <0,05) dan . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar yang signifikan (p<0,05) antara kontrol (111,11 ± 52,49 pg/ml) dan pasien PE (88,08 ± 41,37 pg/ml). Untuk menganalisis hubungan antara kadar kalsium, tes Man Whitney dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar yang bermakna (p<0,05) antara kontrol (9,55 ± 0,93 mg/dl ) dan pasien PE (8,67 ± 0,49 mg/dl ). Kesimpulan: Serum 1,25 dyhidroksicholecalciferol dan kalsium ibu dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia. Kata kunci : 1,25 dyhidroksicholecalciferol serum, kalsium, preeklampsia
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Primary Supervisor: | Yusrawati |
Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
Divisions: | Pascasarjana (S2) |
Depositing User: | s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis |
Date Deposited: | 10 Nov 2023 02:11 |
Last Modified: | 10 Nov 2023 02:11 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/456725 |
Actions (login required)
View Item |