EKSPRESI GENDER DALAM PRAKTIK PERMAINAN ALAT MUSIK TAMBUA TANSA (Studi Kasus: Tiga Sanggar Seni Di Kota Bukittinggi)

Emri, Syalsabilla (2026) EKSPRESI GENDER DALAM PRAKTIK PERMAINAN ALAT MUSIK TAMBUA TANSA (Studi Kasus: Tiga Sanggar Seni Di Kota Bukittinggi). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (216kB)
[img] Text
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (476kB)
[img] Text
03. BAB VI.pdf - Published Version

Download (169kB)
[img] Text
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (247kB)
[img] Text
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Permainan alat musik Tambua Tansa merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang masih berkembang di Kota Bukittinggi dan kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat dan pertunjukan publik. Di balik fungsinya sebagai ekspresi seni, praktik permainan Tambua Tansa juga merefleksikan konstruksi sosial mengenai peran dan ekspresi gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ekspresi gender yang ditampilkan oleh laki-laki dan perempuan dalam praktik permainan Tambua Tansa, serta menganalisis bagaimana ekspresi gender tersebut dimaknai dan direspons dalam konteks sosial budaya masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di tiga sanggar seni di Kota Bukittinggi, yaitu Sanggar Cahayo Ameh, Group IPPASS, dan Sanggar Titian Rangmudo. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman, serta menggunakan teori performativitas gender dari Judith Butler untuk memahami bagaimana gender diproduksi dan ditampilkan melalui praktik sosial dalam kesenian tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik permainan Tambua Tansa masih didominasi oleh laki-laki, terutama dalam konteks pertunjukan resmi, sementara perempuan cenderung memiliki ruang partisipasi yang lebih terbatas. Ekspresi gender tampak melalui penggunaan tubuh, intensitas gerak, sikap, dan penampilan pemain, yang selaras dengan norma sosial dan nilai adat yang berlaku. Meskipun terdapat upaya negosiasi yang dilakukan oleh perempuan untuk memperoleh ruang dalam praktik permainan Tambua Tansa, keterlibatan tersebut masih menghadapi berbagai hambatan sosial dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan Tambua Tansa tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga arena performativitas gender yang merefleksikan relasi kuasa dan konstruksi sosial dalam masyarakat Minangkabau. Kata Kunci: Ekspresi Gender, Tambua Tansa, Seni Tradisional, Performativitas Gender, Minangkabau

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Sri Setiawati, M.A : Jonson Handrian Ginting, M.A
Uncontrolled Keywords: Ekspresi Gender, Tambua Tansa, Seni Tradisional, Performativitas Gender, Minangkabau
Subjects: M Music and Books on Music > M Music
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial
Depositing User: S1 Antropologi Sosial
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:42
Last Modified: 28 Jan 2026 07:42
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/519108

Actions (login required)

View Item View Item