Konstruksi Makna Masyarakat Desa Simaninggir Terhadap Aktivitas Tarekat Di Parsulukan Babul Falah

Daulay, Romaito (2026) Konstruksi Makna Masyarakat Desa Simaninggir Terhadap Aktivitas Tarekat Di Parsulukan Babul Falah. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version

Download (145kB)
[img] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan Tesis Romaito Daulay_2520821002.pdf - Updated Version

Download (270kB)
[img] Text (Bab Akhir)
Bab Akhir Tesis Romaito Daulay.pdf - Published Version

Download (141kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka Tesis Romaito Daulay_2520821002.Ya.pdf - Published Version

Download (243kB)
[img] Text (Full Tesis)
Full Tesis Romaito Daulay_2520821002.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Tulisan ini berangkat dari fenomena rendahnya partisipasi masyarakat Desa Simaninggir terhadap aktivitas tarekat di Parsulukan Babul Falah meskipun keduanya hidup berdampingan di Desa Simaninggir dan sama-sama beragama Islam. Rendahnya partisipasi ini mengasumsikan adanya perbedaan orientasi religius antara corak ke-Islam-an masyarakat Simaniggir yang komunal dengan tradisi sufistik yang dijalankan di Parsulukan Babul Falah. Berangkat dari asumsi di atas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana masyarakat Desa Simaninggir memaknai aktivitas tarekat di Parsulukan Babul Falah serta menganalisis bagaimana jarak budaya memengaruhi konstruksi makna dan tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan tarekat tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah sembilan belas orang yang terdiri atas hatobangon (tokoh adat), cerdik pandai, anggota Naposo Nauli Bulung, murid tarekat serta perwakilan dari organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Desa Simaninggir. Analisis data dilakukan dengan menelusuri simbol, konstruksi makna dan jarak budaya yang terbentuk dalam relasi antara masyarakat dan Parsulukan Babul Falah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Simaninggir membangun konstruksi makna terhadap tarekat berdasarkan pengalaman sosial, norma keagamaan dan nilai budaya lokal. Praktik-praktik seperti suluk, zikir intensif dan pantangan makanan tertentu dianggap tidak lazim serta tidak sejalan dengan corak ke-Islam-an masyarakat yang bersifat komunal, terbuka dan sederhana. Hal ini melahirkan jarak budaya yang menjadi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas tarekat. Jarak tersebut tidak selalu bermakna sebagai penolakan mutlak. Tradisi mangido aek tawajuh (meminta aek tawajuh ke parsulukan) menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas di Parsulukan Babul Falah ditolak oleh masyarakat melainkan tetap diterima sebagai bagian dari praktik keagamaan yang dihormati. Kebiasaan ini sekaligus membuktikan adanya keterhubungan spiritual yang hidup antara masyarakat dan mursyid sebagai figur otoritas religius. Ketika menghadapi kesulitan hidup seperti sakit, musibah atau keresahan batin, masyarakat akan datang ke Parsulukan Babul Falah untuk meminta air yang didoa dan berkah. Ini menegaskan bahwa jarak budaya yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat Desa Simaninggir terhadap aktivitas tarekat di Parsulukan Babul Falah bukan disebabkan oleh lemahnya religiusitas melainkan oleh perbedaan konstruksi makna dan orientasi budaya. Bagi masyarakat Simaninggir, ke-Islam-an harus berpadu dengan kehidupan sosial dan adat yang membumi sedangkan tarekat menekankan spiritualitas personal yang lebih eksklusif. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa jarak budaya tidak semata-mata menunjukkan penolakan melainkan berfungsi sebagai bentuk keseimbangan sosial yang memungkinkan hubungan harmonis tanpa harus melebur sepenuhnya dalam praktik tarekat. Kata kunci: konstruksi makna, jarak budaya, tarekat, religiusitas.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Prof. Dr. Zainal Arifin, M. Hum; Dr. Maskota Delfi, M.Hum
Uncontrolled Keywords: konstruksi makna; jarak budaya; tarekat; religiusitas
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S2 Antropologi
Depositing User: S2 Antropologi Antropologi
Date Deposited: 28 Jan 2026 01:21
Last Modified: 28 Jan 2026 01:21
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/518773

Actions (login required)

View Item View Item