IMPLIKASI ASPEK KEBENCANAAN DALAMPENATAAN RUANG KOTA PADANG SEBAGAI DAERAH RAWAN GEMPA

IHSAN, ZULHIANDI (2012) IMPLIKASI ASPEK KEBENCANAAN DALAMPENATAAN RUANG KOTA PADANG SEBAGAI DAERAH RAWAN GEMPA. Diploma thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Skripsi Fulltext)
1609.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (537kB)

Abstract

Kota Padang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Barat yang termasuk sebagai salah satu daerah di Indonesia yang sangat berpotensi terjadinya Gempa Bumi, hal tersebut dikarenakan letaknya yang berada pada wilayah cincin api (Ring of Fire). Gempa Bumi yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 di Kota Padang pada khusunya telah menimbulkan ratusan korban jiwa yang meninggal dan meyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Minimnya perhatian Pemerintah Kota Padang terhadap aspek-aspek kebencanaan yang dimiliki Kota Padang dalam Penataan Ruang Kota Padang menjadi salah satu sebab utama timbulnya korban jiwa dan kerugian materi yang sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dalam Peraturan Daerah Kota Padang No.10 Tahun 2005 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Tahun 2004-2013, yang mana dalam Perda tersebut tidak memperhatikan aspek kebencanaan dalam Penataan Ruang Kota Padang. Dalam U No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah jelas ditegaskan bahwa salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam Penataan Ruang adalah aspek kebencanaan, yang mana dalam Penataan Ruang ini terbagi menjadi dua hal utama, yaitu: Pengaturan dan Penyelenggaraan dalam Penataan Ruang. Adapun permasalahan yang akan dikemukakan pada skripsi ini, yaitu: 1. Bagaimana implikasi aspek kebencanaan dalam pengaturan penataan ruang di Kota Padang sebagai daerah rawan gempa. 2. Bagaimana implikasi aspek kebencanaan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Kota Padang khususnya dalam penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai daerah rawan gempa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan masalah yuridis sosiologis, sifat penelitian deskriptif dengan sumber data yaitu: data primer dan data sekunder. Adapun penelitian dilakukan ke Dinas Tata Ruang Tata Bangunan Kota Padang, BAPPEDA Kota Padang, DPRD Kota Padang, dan BPN Kota Padang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan wawancara. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapatlah diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Aspek kebencanaan pada Kota Padang berimplikasi pada rencana pencabutan Perda No.10 Tahun 2005 tentang RTRW Kota Padang 2004-2013, yang pada saat ini Ranperda RTRW Kota Padang 2010-2030 sedang dalam proses pembahasan, meskipun dalam penetapannya sering diundur karena alasan-alasan tertentu. 2. Aspek kebencanaan pada Kota Padang belum berimplikasi secara signifikan terhadap proses penerbitan IMB, hal tersebut dapat dilihat masih banyaknya masyarakat yang ingin mendirikan bangunan di daerah rawan gempa diberikan IMB tanpa adanya persyaratan khusus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: ms Meiriza Paramita
Date Deposited: 10 May 2016 10:01
Last Modified: 10 May 2016 10:01
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/8151

Actions (login required)

View Item View Item