Rafildo, Yulio Sandy (2020) Sejarah Pemerintahan di Nagari Sitiung pada Masa Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Nagari, Tahun 1983-2018. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
ABSTRAK.pdf - Published Version Download (283kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (406kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version Download (92kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (228kB) | Preview |
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Sejarah Pemerintahan di Nagari Sitiung Masa Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Nagari, tahun 1983-2018”. Skripsi ini mengkaji tentang corak pemerintahan di Sitiung pada masa pemerintahan desa dan pemerintahan nagari, serta dampak dari pemekaran Kabupaten Dharmasraya terhadap Nagari Sitiung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik (pengumpulan data), kritik (kritik intern dan kritik ekstern), interpretasi, dan historiografi. Tahap awal adalah melakukan pengumpulan sumber baik itu sumber primer maupun sumber sekunder yang dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara. Studi pustaka dilakukan melalui bacaan-bacaan referensi yang berkaitan dengan Nagari Sitiung. kemudian wawancara dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dari orang-orang yang berhubungan dengan perkembangan pemerintahan di Nagari Sitiung. kemudian data yang diperoleh dilanjutkan ke tahap kritik sumber. Tahapan yang terakhir adalah historiografi atau penulisan. Setelah diterapakannya pemerintahan desa di Sumatera Barat, maka nagari berubah menjadi desa. Desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Dalam menjalankan tugasnya, kepala desa hanya menjalankan fungsi administrasi pemerintahan umum saja, karena desa bukan merupakan satu kesatuan masyarakat hukum adat. Diterapkannya pemerintahan desa tentu memberikan beberapa dampak di tengah masyarakat di Nagari Sitiung. adapun beberapa dampaknya yaitu masyarakat menjadi terkotak-kotak dan silahturahmi antar masyarakat menjadi renggang. Setelah sistem pemerintahan desa kembali ke sistem pemerintahan nagari maka kembali pulalah model pemerintahan lama di Nagari Sitiung. Nagari dipimpin oleh seorang wali nagari. Kembalinya sistem pemerintahan nagari memberikan dampak terhadap masyarakat. Dampak itu antara lain kembalinya kebersamaan masyarakat yang sebelumnya terkotak-kotak oleh pemerintahan desa. Tahun 2004 terjadi pemekaran Kabupaten Dharmasraya yang menyebabkan peningkatan status Nagari Sitiung menjadi kecamatan. Pemekaran Kabupaten Dharmasraya banyak memberikan keuntungan. Misalnya salah satu keuntungan yang didapat di bidang pertanian yaitu para petani lebih banyak mendapat perhatian dari pemerintah dengan mendapatkan berbagai bantuan seperti pupuk, bibit unggul dan pelatihan pertanian. Sehingga petani di Nagari Sitiung dapat meningkatkan hasil panen dari sebelumnya.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Primary Supervisor: | Dr. Nopriyasman, M.Hum |
Uncontrolled Keywords: | Pemerintahan, Nagari, Desa |
Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
Divisions: | Fakultas Ilmu Budaya > Ilmu Sejarah |
Depositing User: | S1 Ilmu Sejarah |
Date Deposited: | 28 Sep 2020 08:06 |
Last Modified: | 28 Sep 2020 08:06 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/63442 |
Actions (login required)
View Item |