Ridho, Yosyafri (2020) OVER KAPASITAS DAN POLA INTERAKSI WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B PARIAMAN. Diploma thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
COVER SKRIPSI.pdf - Published Version Download (76kB) | Preview |
|
|
Text (Bab I)
BAB 1-converted.pdf - Published Version Download (257kB) | Preview |
|
|
Text (Bab IV)
BAB 4-converted.pdf - Published Version Download (103kB) | Preview |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (200kB) | Preview |
|
Text (Skripsi Full)
Skripsi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skripsi ini membahas tentang Over Kapasitas dan Pola Interaksi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan Pola Interaksi Sosial warga binaan di lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman 2) Menjelaskan rutinitas kegiatan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman ditengah Over Kapasitas 3) Menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh warga binaan dalam melakukan interaksi sosial ditengah Over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Gilin dan Gilin tentang bentuk interaksi sosial yang terbagi atas interaksi assosiatif dan interaki dissosiatif dan juga menggunakan teori interaksi sosial dari George Simmel . Sementara itu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pola interaksi warga binaan di lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman lebih mengedepankan bentuk interaksi yang bersifat assosiatif seperti kerjasama saat melakukan kegiatan makan, saat pembagian tempat tidur, dan kebersihan lingkungan kamar hunian dan juga proses akomodasi seperti penyelesaian masalah yang selalu dilakukan dengan musyawarah antar sesama warga binaan yang terlibat perkelahian. 2. Rutinitas yang dilakukan oleh warga binaan mengikuti aturan yang di buat oleh program pembinaan dari petugas tersebut. Rutinitas tersebut berupa olahraga seperti senam pagi dan futsal. Lalu kegiatan lainnya yaitu membuat kerajinan tangan dan juga kegiatan keagamaan yang berupa pengajian dan ceramah agama yang dilakukan oleh petugas Lapas bekerja sama dengan Kementerian Agama. 3. Hambatan interaksi yang dialami oleh warga binaan dalam berinteraksi yaitu adanya prasangka didasari atas pikiran mereka yang menganggap bahwa setiap orang yang masuk ke penjara itu adalah orang yang bermasalah. Dan kalau terlalu dekat dengan sesama warga binaan lainnya atau teman sekamarnya akan mudah menimbulkan suatu masalah.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Primary Supervisor: | Machdaliza, SH, M.Si |
Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : Interaksi, Rutinitas, dan Hambatan |
Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
Depositing User: | s1 sosiologi sosiologi |
Date Deposited: | 25 Sep 2020 07:52 |
Last Modified: | 25 Sep 2020 07:52 |
URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/63340 |
Actions (login required)
View Item |