HUBUNGAN STATUS ASETILATOR GEN N-ACETYLTRANSFERASE 2 ( NAT2) DENGAN KONSENTRASI PLASMA ISONIAZID (INH) PADA PASIEN TB MDR YANG MENDAPAT PADUAN TERAPI JANGKA PENDEK DI SUMATRA BARAT

Mega, Senja (2020) HUBUNGAN STATUS ASETILATOR GEN N-ACETYLTRANSFERASE 2 ( NAT2) DENGAN KONSENTRASI PLASMA ISONIAZID (INH) PADA PASIEN TB MDR YANG MENDAPAT PADUAN TERAPI JANGKA PENDEK DI SUMATRA BARAT. Masters thesis, Universitas Andalas.

[img]
Preview
Text (cover dan abstrak)
abstrak baru dr.mega.pdf - Published Version

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab 1)
BAB I pendahuluan.pdf.pdf - Published Version

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text (bab 7)
BAB VII penutup dr. mega.pdf - Published Version

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text (daftar pustaka)
Daftar pustaka pdf.pdf - Published Version

Download (341kB) | Preview
[img] Text (tugas akhir full text)
Tesis dr Mega Senja (pdf).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang: Isoniazid (INH) salah satu obat yang penting untuk pengobatan TB. INH dosis tinggi digunakan pada paduan terapi TB MDR jangka pendek. Status asetilator gen NAT2 berpengaruh terhadap konsentrasi obat. Pengetahuan status asetilator penting untuk mengetahui risiko hepatotoksisitas, kegagalan pengobatan dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status asetilator gen NAT2 dengan konsentrasi plasma INH 2 jam setelah pemberian oral. Metode: Penelitian cross sectional pada pasien TB MDR yang mendapat paduan terapi jangka pendek di RSUP Dr M Djamil Padang, RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi dan RS Paru Sumatera Barat dari Oktober 2019 hingga Mei 2020. Pasien diperiksa status asetilator gen NAT2 dan konsentrasi INH plasma. Hasil konsentrasi INH plasma yang didapatkan dievaluasi berdasarkan kelompok status asetilator gen NAT2. Hasil: Penelitian ini mendapatkan sebagian besar laki-laki ( 62,5%) dengan usia terbanyak 40-64 tahun (50%), komorbid terbanyak ditemukan diabetes mellitus (31,25%), dan 75% pasien normoweight. Sebanyak 7 alel ditemukan pada pasien TB MDR yang mendapat terapi jangka pendek diantaranya terdapat 1 alel yang belum bisa ditentukan karena terdapat mutasi di 776 C>A (rs1304162037) yang belum dipublikasikan di NAT2 Gene Nomenclature Committee. Alel terbanyak ditemukan adalah NAT2*12A (56,25%) dan status asetilator gen NAT2 terbanyak pada penelitian ini adalah asetilator cepat (NAT2*12A/*12A). Berdasarkan distribusi bimodal nilai median konsentrasi INH pada asetilator cepat 1,25µg/ml dan asetilator lambat 5,24µg/m. Tidak ada hubungan jenis status asetilator gen NAT2 dengan konsentrasi INH plasma. Kesimpulan: Tidak ada hubungan konsentrasi INH plasma dengan jenis status asetilator gen NAT2

Item Type: Thesis (Masters)
Primary Supervisor: DR. Dr. Masrul Basyar, SpP(K)FISR
Uncontrolled Keywords: NAT2, INH, Status asetilator, TB MDR
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran
Depositing User: s2 Program Pendidikan Dokter Spesialis
Date Deposited: 26 Aug 2020 08:14
Last Modified: 26 Aug 2020 08:14
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/60492

Actions (login required)

View Item View Item