Purnama, Nabil (2026) Manajemen Risiko Produksi Tebu (Saccharum officinarum L.) di Kecamatan Matur Kabupaten Agam. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (274kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. Bab V.pdf - Published Version Download (202kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (248kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan petani dan mendukung pembangunan sektor pertanian. Namun, produksi tebu di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, masih mengalami fluktuasi akibat berbagai risiko produksi yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi pada usahatani tebu, mengukur tingkat risiko produksi dan merumuskan strategi manajemen risiko yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Identifikasi risiko dilakukan menggunakan fishbone diagram, sedangkan pengukuran tingkat risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan diagram Pareto untuk menentukan risiko yang bersifat kritis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 penyebab utama risiko produksi yang dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu bencana alam, hama dan penyakit, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana produksi. Berdasarkan hasil analisis FMEA dan diagram Pareto, diperoleh delapan risiko yang tergolong kritis karena memiliki persentase kumulatif kurang dari atau sama dengan 80%, yaitu mati pucuk, kesalahan sistem tanam, penggerek batang, benih tidak unggul, kerdil, uret, mosaik, dan terlalu banyak gulma. Risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi berasal dari serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi manajemen risiko yang meliputi strategi preventif dan mitigasi, seperti penggunaan bibit unggul, penerapan jarak tanam yang sesuai, pengendalian gulma secara rutin, pemupukan berimbang, penggunaan pestisida nabati, pemangkasan tanaman yang terinfeksi, serta dukungan kelembagaan melalui kemudahan akses terhadap pupuk subsidi, distribusi bibit unggul, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Ir. Rahmat Syahni Z, MS, MSc, Ph.D; Dr. Devi Analia, S.P, M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | Tebu; Risiko Produksi; Fishbone diagra; FMEA; Diagram pareto |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis |
| Depositing User: | S1 Agribisnis Agribisnis |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:18 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:18 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/537222 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric