Sari, Puti Anggun (2026) NILAI DIAGNOSTIK KIDNEY INJURY MOLECULE-1 URIN UNTUK MENDIAGNOSIS ACUTE KIDNEY INJURY PADA SEPSIS. S2 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Tesis Ful Teks)
10. 2150302228_Puti Anggun Sari.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pendahuluan: Acute kidney injury (AKI) terkait sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien sepsis. Keterbatasan kreatinin serum dalam mendiagnosis AKI secara cepat dapat menyebabkan penundaan terapi. Kidney injury molecule-1 (KIM-1) urin—sebuah protein transmembran tipe 1 dengan domain imunoglobulin dan musin—mengalami peningkatan ekspresi pada tubulus proksimal ginjal saat cedera terjadi, sehingga berpotensi menjadi indikator AKI. Namun, penelitian-penelitian sebelumnya masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Metode: Penelitian berdesain potong lintang (cross-sectional) ini dilakukan pada November 2025 hingga Februari 2026 di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang. Subjek penelitian adalah pasien sepsis dengan kadar kreatinin serum awal yang normal. Pasien dengan riwayat penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD), anuria, nefritis lupus, sindrom nefrotik, nefrolitiasis, penyakit ginjal polikistik, karsinoma sel ginjal, nefropati diabetik, dan infeksi saluran kemih dieksklusi. Diagnosis AKI ditegakkan berdasarkan kriteria KDIGO 2012, sedangkan kadar KIM-1 urin diukur menggunakan metode ELISA. Hasil: Dari 94 pasien sepsis yang dianalisis, sebanyak 22,34% (n = 21) mengalami AKI. Kadar kreatinin serum saat awal masuk dan dalam 48 jam perawatan masing-masing adalah 0,7 (IQR 0,2–1,6) mg/dL dan 0,8 (IQR 0,3–2,2) mg/dL. Kadar KIM-1 urin awal ≥11,74 ng/mL memiliki sensitivitas 44,68%, spesifisitas 59,57%, nilai prediksi positif 52,50%, nilai prediksi negatif 51,85%, dan akurasi 52,12% dalam deteksi dini AKI pada sepsis. Kesimpulan: Kadar KIM-1 urin memiliki nilai diagnostik yang kurang baik untuk deteksi dini AKI pada pasien sepsis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengelompokkan sampel berdasarkan AKI oliguria dan non-oliguria serta membandingkannya dengan rasio albumin-kreatinin.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. dr. Drajad Priyono, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD-KGH, FINASIM |
| Uncontrolled Keywords: | Acute kidney injury, sepsis, Kidney inury molecule-1 |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Sp-2 Ilmu Penyakit Dalam Peminatan Ginjal Hipertensi |
| Depositing User: | Mrs Vivi Irawati |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:31 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:31 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535974 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]