Zaky, Anliano (2026) PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA OLEH PREMAN (STUDI PENANGGULANGAN KEJAHATAN DI TINGKAT KEPOLISIAN SEKTOR LUBUK KILANGAN). S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover-1-4.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I-10-30.pdf - Published Version Download (315kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V-108-112.pdf - Published Version Download (227kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka-113-118.pdf - Published Version Download (222kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. skripsi fulltext pdf.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Preman dan premanisme merupakan salah satu bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, khususnya dalam wujud pemerasan dan pengancaman yang menyasar pedagang pasar, pedagang kaki lima, pemilik warung, dan pengemudi truk di wilayah hukum Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan, Kota Padang. Hal ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik premanisme berupa pemerasan, pungutan liar, dan intimidasi terhadap masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana upaya kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana oleh preman? Kedua, apa saja faktor penghambatnya? serta Ketiga, bagaimana pandangan masyarakat terhadap upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, berupa wawancara dengan pihak kepolisian serta masyarakat di kawasan Pasar Bandar Buat, Terminal Bandar Buat, dan lingkungan sekitar Lubuk Kilangan yang ditentukan secara penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan telah menjalankan upaya preemtif, preventif, dan represif, namun peningkatan jumlah laporan tindak pidana pada tahun 2025 dan semester pertama tahun 2026 mengindikasikan bahwa upaya tersebut belum sepenuhnya efektif menekan praktik premanisme, terutama di kawasan Pasar Bandar Buat dan Terminal Bandar Buat. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi rendahnya keberanian masyarakat untuk melapor akibat rasa takut terhadap intimidasi pelaku yang dikenal sebagai “akamsi” atau “anak nagari”, kekeliruan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penegakan hukum, munculnya modus pelibatan anak di bawah umur sebagai pengganti pelaku, serta keterbatasan lapangan pekerjaan. Pandangan masyarakat terhadap kinerja kepolisian secara umum masih menunjukkan tingkat kepuasan yang rendah, karena kegiatan patroli dan penyuluhan hukum dinilai belum menyasar wilayah dan kelompok yang paling rentan terhadap praktik premanisme, serta minimnya transparansi dalam penanganan laporan. Kendati demikian, masyarakat tetap menaruh harapan berupa peningkatan frekuensi dan ketepatan sasaran patroli, transparansi penanganan laporan, kedekatan polisi yang lebih proaktif, serta kolaborasi antara kepolisian dengan tokoh masyarakat, RT, RW, dan karang taruna, sehingga penanggulangan premanisme dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian semata.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ismansyah, S.H., M.H ; Efren Nova, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Premanisme; Penanggulangan Tindak Pidana; Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan; Pandangan Masyarakat |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > S1 Hukum |
| Depositing User: | S1 Hukum Hukum |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:27 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:27 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535457 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]