Sari, Lidya Defita (2026) DIGITALISASI KEUANGAN PADA USAHA MIKRO: STUDI TENTANG PENERIMAAN DAN HAMBATAN AKTOR SAAT PENGGUNAAN TRANSAKSI NON TUNAI DI KAMANG MUDIAK KABUPATEN AGAM. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (242kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (582kB) |
|
|
Text (Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (142kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (153kB) |
|
|
Text (Skripsi FUlltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas digitalisasi keuangan pada usaha mikro, dengan fokus pada penerimaan dan hambatan aktor dalam menggunakan transaksi non tunai di Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya pelaku usaha mikro yang mulai beralih menggunakan transaksi non tunai, meskipun sebagian besar masyarakat di daerah ini masih terbiasa menggunakan uang tunai dalam kegiatan jual beli sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses digitalisasi keuangan pada usaha mikro, khususnya terkait faktor yang memengaruhi penerimaan transaksi non tunai serta hambatan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengadopsinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Strukturasi Anthony Giddens untuk mendeskripsikan Penerimaan dan Hambatan Aktor terhadap adopsi transaksi non tunai pada Usaha Mikro, di Nagari Kamang Mudiak. Metode penelitian yang di pakai adalah metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari pedagang, pembeli, warga, serta tokoh pemuda. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian mendeskripsikan mengenai penerimaan transaksi non tunai oleh pelaku usaha mikro di Kamang Mudiak didorong oleh: (1) Permintaan konsumen atau pembeli (2) Peran agen perantara seperti mahasiswa KKN dan anggota keluarga, (3) Manfaat yang dirasakan langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari. Proses penerimaan ini dihadapkan pada beberapa hambatan yang saling berkaitan, yaitu: (1) Hambatan infrastruktur berupa jaringan internet yang belum stabil, (2) Hambatan kognitif berupa rendahnya literasi digital terutama pada pelaku usaha berusia lanjut, (3) Hambatan kultural berupa kebiasaan bertransaksi tunai yang sudah mengakar, (4) hambatan ekonomi berupa biaya administrasi antarbank yang dirasa membebani, serta (5) Kekhawatiran terhadap keamanan transaksi. Penerimaan dan hambatan ini juga bervariasi tergantung pada usia, lokasi usaha, dan akses terhadap jaringan sosial yang mendukung pemahaman digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi keuangan di wilayah pedesaan bukan proses yang berjalan seragam, melainkan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial-budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Ardi Abbas, MT |
| Uncontrolled Keywords: | Digitalisasi Keuangan, Hambatan, Non Tunai, Penerimaan, Transaksi Non Tunai, Usaha Mikro |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi FISIP |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 04:10 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 04:10 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535310 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric