Arif, Abdul Arif (2026) Mekanisme Penyelesaian Konflik Tanah Pusako Randah: Studi Di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah Kota Payakumbuh. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (01. Cover dan Abstrak)
01. Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (02. Bab I)
02. Bab I.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text (03. Bab IV)
03. Bab IV.pdf - Published Version Download (166kB) |
|
|
Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (173kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Masyarakat Minangkabau mengenal sistem kepemilikan tanah berdasarkan adat matrilineal yang membedakan tanah menjadi tanah ulayat, pusako tinggi, dan pusako randah. Tanah pusako randah (pusaka rendah) merupakan harta hasil pencaharian yang diwariskan kepada ahli waris berdasarkan hukum Islam (faraid). Dalam praktiknya, pewarisan tanah pusako randah sering menimbulkan konflik akibat pluralisme hukum dalam pewarisan. Berdasarkan laporan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Nan Gadang tahun 2016–2022, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah merupakan wilayah dengan jumlah konflik tanah pusako randah terbanyak. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme penyelesaian konflik tanah pusako randah serta menganalisis penyebab keberhasilan dan kegagalan penyelesaiannya di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan teori Forum Shopping dan Shopping Forum dari Keebet von Benda-Beckmann untuk menganalisis pilihan para pihak dalam menentukan forum penyelesaian sengketa, serta teori Strukturasi Anthony Giddens untuk menjelaskan hubungan agen dan struktur dalam menganalisis penyebab keberhasilan dan kegagalan penyelesaian konflik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi terhadap dua kasus konflik tanah pusako randah, yaitu konflik antara urang badunsanak (bersaudara) dan konflik antara bako dengan anak pisang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan kodifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian konflik tanah pusako randah dilakukan melalui tahapan pengaduan, usuik pareso (usut periksa), pemanggilan para pihak, serta proses penyelesaian dalam bentuk mediasi. Konflik dalam satu suku godang (suku besar) diselesaikan melalui mekanisme bajanjang naiak batanggo turun, sedangkan konflik antar suku godang melalui Kerapatan Adat Nagari (KAN). Penyelesaian konflik antara urang badunsanak berhasil karena status tanah jelas, kepatuhan terhadap mekanisme adat, dan peran niniak mamak sebagai mediator. Sebaliknya, konflik antara bako dan anak pisang tidak mencapai penyelesaian final akibat perbedaan persepsi mengenai status tanah, keterbatasan kewenangan KAN dalam membuktikan keabsahan surat wasiat, serta praktik forum shopping. Kata kunci: Tanah Pusako Randah, Forum Shopping, Strukturasi, Suku Godang, Penyelesaian Konflik.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Afrizal, MA |
| Uncontrolled Keywords: | Tanah Pusako Randah; Forum Shopping; Strukturasi; Suku Godang; Penyelesaian Konflik. |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform J Political Science > JK Political institutions (United States) K Law > K Law (General) L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi |
| Depositing User: | S1 Sosiologi FISIP |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:33 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:33 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535309 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]