Komunikasi Inovasi Penangkaran Benih Padi Bersertifikat Pada Kelompok Tani di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marapalam Kota Padang

Fassa, Ayura Adinda (2026) Komunikasi Inovasi Penangkaran Benih Padi Bersertifikat Pada Kelompok Tani di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marapalam Kota Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (345kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (253kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (267kB)
[img] Text (Full Text)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Komunikasi inovasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan penyebaran dan penerapan inovasi pertanian, termasuk penangkaran benih padi bersertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komunikasi inovasi dan menganalisis faktor-faktor pendorong serta penghambat komunikasi inovasi dalam penangkaran benih padi bersertifikat pada kelompok tani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marapalam, Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Usaha Karya dan Kelompok Tani Karya Bersama II dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas enam petani penangkar sebagai informan utama, serta penyuluh pertanian, Dinas Pertanian Kota Padang, dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Barat sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi inovasi berlangsung melalui empat tahapan menurut Leeuwis (2009), yaitu network building, social learning, negotiation, dan participation, yang menghasilkan konvergensi komunikasi berupa kesepahaman bersama, kesepakatan bersama, dan tindakan bersama antara penyuluh, petani penangkar, kelompok tani, Dinas Pertanian, dan BPSB. Kelompok Tani Usaha Karya menunjukkan jejaring komunikasi yang lebih luas dan pembelajaran sosial yang bersifat kolektif karena melibatkan lima petani penangkar, sedangkan komunikasi pada Kelompok Tani Karya Bersama II lebih terpusat karena hanya melibatkan satu petani penangkar. Faktor pendorong utama meliputi koordinasi kelembagaan yang baik, kepercayaan petani terhadap penyuluh, keterbukaan komunikasi antaraktor, dan pendampingan lapangan yang intensif. Faktor penghambat meliputi rendahnya minat sebagian anggota kelompok untuk menjadi penangkar, perbedaan pemahaman terhadap standar operasional prosedur dan sertifikasi benih, keterbatasan waktu pendampingan, serta kendala cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman. Kesimpulannya, keberhasilan komunikasi inovasi penangkaran benih padi bersertifikat sangat dipengaruhi oleh keluasan jejaring, kualitas pembelajaran sosial, keterbukaan negosiasi, dan tingkat partisipasi seluruh aktor yang terlibat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Yenny Oktavia, S.Pi, M.Si ; Dr. Ami Sukma Utami, S.P, M.Si
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Penyuluh Pertanian
Depositing User: S1 Penyuluhan Pertanian
Date Deposited: 29 Aug 2026 09:00
Last Modified: 29 Aug 2026 09:00
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535271

Actions (login required)

View Item View Item