RITUAL UBEK KADAI DALAM EKONOMI MASYARAKAT MINANGKABAU (Studi Kasus: Pedagang Pasar Ampalu di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman)

Adriansyah, Rezky (2026) RITUAL UBEK KADAI DALAM EKONOMI MASYARAKAT MINANGKABAU (Studi Kasus: Pedagang Pasar Ampalu di Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (408kB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (243kB)
[img] Text (BAB V Penutup)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (135kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (150kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya praktik ritual ubek kadai di tengah aktivitas ekonomi masyarakat Minangkabau, khususnya di kalangan pedagang pasar tradisional. Dalam konteks perdagangan yang umumnya dipahami melalui logika rasional seperti perhitungan untung dan rugi, sebagian pedagang tetap mempercayai adanya unsur nonmaterial yang dapat memengaruhi kelancaran usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan ritual ubek kadai serta menganalisis makna dan kedudukannya dalam praktik ekonomi masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pasar Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Informan penelitian terdiri dari para pedagang dan praktisi ritual ubek kadai. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual ubek kadai dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pemenuhan syarat-syarat ritual, proses manawa ubek oleh Ungku, dan penggunaan ubek di tempat usaha. Bagi para pedagang, ritual ini tidak hanya dipahami sebagai bentuk pengobatan atau perlindungan usaha, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk memperoleh ketenangan batin, keyakinan, dan harapan atas kelancaran rezeki. Praktik ini tetap bertahan karena diwariskan secara sosial, diyakini melalui pengalaman langsung, dan dimaknai sebagai bagian dari tradisi yang berjalan berdampingan dengan usaha ekonomi sehari-hari. Dengan demikian, ubek kadai dalam konteks masyarakat Minangkabau menunjukkan bahwa praktik ekonomi tidak semata-mata dibangun atas rasionalitas material, tetapi juga berkaitan dengan keyakinan, simbol, dan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. rer. soz. Nursyirwan Effendi; Dra. Yunarti, M. Hum
Uncontrolled Keywords: ritual ubek kadai, ekonomi masyarakat, Minangkabau, pedagang, pasar tradisional, antropologi ekonomi.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Antropologi Sosial
Depositing User: S1 Antropologi Sosial
Date Deposited: 29 Aug 2026 11:12
Last Modified: 29 Aug 2026 11:12
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/535026

Actions (login required)

View Item View Item