Nabilah, Nabilah (2026) Kajian Pilihan Antibiotik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Diabetic Foot Ulcer (DFU) di Bangsal Bedah dan Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (360kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (283kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (336kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (223kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan salah satu komplikasi serius pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang dapat mengalami infeksi dan memerlukan terapi antibiotik. Pola penggunaan antibiotik dapat berupa terapi tunggal maupun kombinasi, dan perbedaan pola tersebut perlu dikaji dalam kaitannya dengan perbaikan klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik, serta menganalisis hubungan antara pola penggunaan antibiotik tunggal dan kombinasi dengan perbaikan klinis pasien diabetes melitus tipe 2 dengan DFU di bangsal bedah dan penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis periode Januari Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 62 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Perbaikan klinis dinilai setelah pemberian antibiotik selama 7–14 hari berdasarkan pemenuhan minimal tiga dari tujuh kriteria klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi kelompok usia 18–65 tahun (75,8%), perempuan (61,3%), komorbid terbanyak anemia (50,0%), lama menderita diabetes >10 tahun (53,2%), lama rawat inap 8–14 hari (48,4%), dan HbA1c tidak terkontrol (64,5%). Penggunaan antibiotik didominasi terapi kombinasi (56,5%), dengan ampicillin-sulbactam dan metronidazole sebagai regimen terbanyak (30,6%). Perbaikan klinis terjadi pada 37,0% pasien terapi tunggal dan 62,9% terapi kombinasi. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan antibiotik dan perbaikan kondisi klinis (p=0,044).
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus Tipe 2; Diabetic Foot Ulcer (DFU); Antibiotik; Terapi Tunggal; Terapi Kombinasi, Perbaikan Klinis |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | S1 Farmasi Farmasi |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 08:54 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 08:54 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]