Siswati, Hermaini (2026) Dukungan Sosial Dalam Pengasuhan Balita Stunting: Suatu Studi Di Nagari Tanjung, Koto VII, Sijunjung, Sumatera Barat. S3 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Judul dan Abstrak)
Judul dan abstrak.pdf - Published Version Download (449kB) |
|
|
Text (BAB 1)
bab 1 ok.pdf - Published Version Download (5MB) |
|
|
Text (BAB VI)
03. BAB VI ok.pdf - Published Version Download (6MB) |
|
|
Text (dapus)
04. Daftar Pustaka ok.pdf - Published Version Download (372kB) |
|
|
Text (Disertasi Lengkap)
Disertasi_daftar wisuda 29 agus.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (104MB) | Request a copy |
Abstract
Stunting merupakan masalah multidimensional yang berkaitan dengan gizi, kesehatan, pengasuhan, relasi sosial, kondisi sosial ekonomi, dan lingkungan sosial-budaya keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan sumber dukungan sosial yang diterima pengasuh balita stunting, menganalisis hubungannya dengan praktik pengasuhan, serta menjelaskan mekanisme relasional dukungan sosial dalam pengasuhan balita stunting di Nagari Tanjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 47 pengasuh utama dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Kedua jenis data diintegrasikan melalui connecting, merging, joint display, dan meta-inference. Temuan menunjukkan bahwa pengasuh utama didominasi ibu kandung, yaitu 45 dari 47 pengasuh. Pola pengasuhan cenderung berpusat pada ibu dan keluarga inti, tetapi tetap melibatkan keluarga luas dalam tingkat yang berbeda. Dalam konteks Minangkabau, kondisi ini lebih tepat dipahami sebagai transformasi pola pengasuhan, bukan penyimpangan dari pola tradisional. Praktik pengasuhan berada pada kategori baik pada 85,1% pengasuh. Dukungan keluarga berhubungan secara bermakna dengan praktik pengasuhan (OR = 10,000; p = 0,019), demikian pula dukungan tenaga kesehatan dan kader Posyandu (OR = 9,250; p = 0,049), sedangkan dukungan komunitas dan pemerintah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Temuan terintegrasi menunjukkan bahwa masalah utama dukungan sosial bukan ketiadaan sumber dukungan, melainkan kesenjangan antara ketersediaan sumber daya dukungan dan aktualisasinya dalam kehidupan pengasuh. Integrasi temuan menghasilkan lima kualitas relasional, yaitu kedekatan, kepercayaan, empati, interaksi berulang, dan pendampingan kontekstual. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan Mekanisme Relasional Dukungan Sosial (MRDS) sebagai model konseptual yang menjelaskan bagaimana dukungan dari berbagai sumber dapat hadir, diterima, dimaknai, dan digunakan dalam praktik pengasuhan. MRDS tidak merupakan model kausal atau mediasi statistik yang telah diuji.Implikasi penelitian adalah perlunya penguatan keterlibatan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang lebih berkelanjutan dan kontekstual, penguatan peran komunitas, koordinasi antarpemberi dukungan, serta pendampingan keluarga berbasis kebutuhan dan konteks.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Afrizal, MA; Prof. Defriman Djafri, MPH, Ph.D; Dr. Denas Symond, MCN |
| Uncontrolled Keywords: | dukungan sosial; pengasuhan balita stunting; mekanisme relasional; kualitas relasional; keluarga saparuik. |
| Subjects: | H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare K Law > KD England and Wales |
| Divisions: | Pascasarjana (S3) > S3 Studi Pembangunan |
| Depositing User: | S3 Studi Pembangunan |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:12 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:12 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534904 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]