Dampak Pengembangan Perhutanan Sosial Terhadap Peran Gender di Nagari Indudur, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

Mulyani, Dwi (2026) Dampak Pengembangan Perhutanan Sosial Terhadap Peran Gender di Nagari Indudur, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. S2 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (01. Cover)
01. Cover.pdf - Published Version

Download (460kB)
[img] Text (02. BAB 1)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (03. BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version

Download (276kB)
[img] Text (04. Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (324kB)
[img] Text (05. Thesis Fulltext)
05. Thesis Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Pengembangan perhutanan sosial merupakan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan melalui pemberian akses kelola kepada masyarakat, yang implementasinya dipengaruhi oleh kondisi sosial-budaya dan kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aspek sosial-budaya dan adat lokal Minangkabau yang membentuk pengembangan perhutanan sosial serta menganalisis dampaknya terhadap peran gender di Nagari Indudur, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi pemerintah nagari, ninik mamak, pengurus perhutanan sosial, serta anggota laki-laki dan perempuan. Data dianalisis secara tematik menggunakan Gender Analysis Matrix (GAM) yang dimodifikasi pada aspek peran, akses, kontrol, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosial-budaya dan adat Minangkabau membentuk pengembangan perhutanan sosial melalui adaptasi kelembagaan, yang tercermin dalam pengelolaan satu izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) oleh enam Kelompok Tani Hutan (KTH) sesuai dengan sistem nagari, hubungan kekerabatan, dan wilayah kelola masyarakat. Pengembangan perhutanan sosial juga memperluas peran perempuan dalam kegiatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK), administrasi, pengelolaan keuangan, pemasaran, serta meningkatkan akses terhadap kelompok dan pelatihan. Namun, laki-laki masih mendominasi pengelolaan kawasan, kegiatan teknis kehutanan, kontrol sumber daya, dan pengambilan keputusan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan perhutanan sosial telah memperluas partisipasi perempuan, tetapi transformasi relasi gender masih berlangsung secara bertahap dan belum sepenuhnya mengubah struktur pembagian peran dalam pengelolaan hutan.

Item Type: Thesis (S2)
Supervisors: Vonny Indah Mutiara, S.P., MEM., Ph.D. ; Mahdi, S.P., M.Si., Ph.D.,
Uncontrolled Keywords: Hak kelola sumber daya; Kelembagaan lokal; Minangkabau; Relasi gender.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Pascasarjana (S2) > S2 Pengelolaan Sumber Daya Alam
Depositing User: S2 Pengelolaan Sumber Daya Alam
Date Deposited: 29 Aug 2026 06:29
Last Modified: 29 Aug 2026 06:29
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534655

Actions (login required)

View Item View Item