Budiman, Muhammad Athaya (2026) Uni Eropa sebagai Norm Entrepreneur: Studi Kasus EU AI Act. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (283kB) |
|
|
Text (BAB 1)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (148kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (210kB) |
|
|
Text (Skripsi fulltext)
05. Skripsi fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (27MB) | Request a copy |
Abstract
Tata kelola kecerdasan buatan global belum memiliki aturan yang seragam dan mengikat, sementara risiko AI terhadap keselamatan, transparansi, akuntabilitas, dan hak fundamental terus meningkat. Dalam konteks tersebut, Uni Eropa memperkenalkan European Union Artificial Intelligence Act (EU AI Act) untuk mempromosikan norma trustworthy AI. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis sejauh mana Uni Eropa sebagai norm entrepreneur menyebarluaskan norma tersebut melalui respons korporasi multinasional dan perkembangan regulasi negara di luar Uni Eropa. Penelitian menggunakan kerangka norm life cycle Martha Finnemore dan Kathryn Sikkink, yang mencakup norm emergence, tipping point, norm cascade, dan internalization. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen yang mencakup regulasi, dokumen resmi pemerintah, literatur akademik, serta publikasi lembaga terkait. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uni Eropa telah membangun tahap norm emergence yang kuat dengan melembagakan prinsip AI yang human-centric, berbasis risiko, transparan, akuntabel, dan menghormati hak fundamental melalui EU AI Act serta platform kelembagaan pendukungnya. Penyebaran paling kuat berlangsung secara de facto melalui penyesuaian korporasi multinasional dalam dokumentasi, transparansi, manajemen risiko, hak cipta, dan keselamatan AI. Penyebaran de jure melalui negara di luar Uni Eropa masih selektif; Korea Selatan dan Brasil menunjukkan kedekatan paling kuat, sedangkan negara lain mempertahankan model tata kelola yang berbeda. Dengan demikian, norma trustworthy AI telah memasuki tahap early norm cascade, tetapi belum mencapai tipping point, norm cascade penuh, maupun internalization.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Muhammad Yusra, S.IP., M.A.; Denny Yarmawati, S.IP.,M.A. |
| Uncontrolled Keywords: | Uni Eropa, EU AI Act, Norm Entrepreneur. Trustworthy AI, Norm Life Cycle |
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 29 Aug 2026 03:35 |
| Last Modified: | 29 Aug 2026 03:35 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534531 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]