Fenologi Pembungaan Jantan Dan Betina Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.)

Amyen, Sya'diatil (2026) Fenologi Pembungaan Jantan Dan Betina Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover+Abstrak)
Cover+Abstrak.pdf - Published Version

Download (206kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (153kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (95kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (169kB)
[img] Text (Full Text Skripsi)
Skripsi Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi dan berbagai manfaat bagi masyarakat. Informasi mengenai fenologi pembungaan diperlukan untuk memahami tahapan dan lama perkembangan bunga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan fenologi serta menentukan lama perkembangan bunga jantan dan betina tanaman aren. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode observasi dengan teknik purposive sampling pada tiga lokasi di Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang, dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan bunga dan faktor lingkungan berupa suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya, dan kecepatan angin. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenologi pembungaan tanaman aren terdiri atas fase inisiasi bunga, kuncup kecil, kuncup besar, antesis, dan kemasakan organ reproduksi. Pembungaan berlangsung secara basiferal, dengan bunga betina muncul lebih dahulu, kemudian diikuti bunga jantan. Bunga betina mengalami perkembangan bertahap, yaitu tunas siap membuka seludang pada umur 33 hari, seludang membuka pada umur 46 hari, untaian bunga terurai pada umur 59 hari, berkembang pada umur 77 hari, dan mulai membentuk buah pada umur 133–182 hari. Selanjutnya, bunga jantan berkembang secara bertahap, yaitu tunas bunga di ketiak pelepah pada umur 8 hari, tunas bunga bertambah lebar pada umur 15 hari, tunas siap membuka seludang pada umur 24 hari, seludang membuka pada umur 41 hari, untaian bunga mulai tampak pada umur 50 hari, berkembang dan terurai pada umur 71 hari, serta berkembang sempurna pada umur 93 hari. Secara umum, bunga jantan berkembang lebih cepat dibandingkan bunga betina, sedangkan faktor lingkungan memiliki hubungan yang berbeda terhadap lama perkembangan bunga.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Aswaldi Anwar, MS; Dede Suhendra, S.P., M.P
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: fase reproduktif, perkembangan organ, morfologi bunga, lingkungan mikro, palma.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agroekoteknologi
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Agroekoteknologi
Date Deposited: 29 Aug 2026 10:04
Last Modified: 29 Aug 2026 10:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534496

Actions (login required)

View Item View Item