Faktor-faktor Pendorong Kerja Sama Pertahanan Indonesia Dengan Prancis Tahun 2020-2024

Marsya, Fauzyah (2026) Faktor-faktor Pendorong Kerja Sama Pertahanan Indonesia Dengan Prancis Tahun 2020-2024. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (296kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (515kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (244kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (283kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL DRAFF.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Prancis tahun 2020–2024 menunjukkan perubahan arah kebijakan pertahanan Indonesia di tengah dinamika sistem internasional. Perang Rusia dan Ukraina, meningkatnya persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik, menurunnya reliabilitas Rusia sebagai pemasok alutsista, serta risiko penerapan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) mendorong Indonesia melakukan peninjauan mitra pertahanan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mendorong peningkatan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Prancis tahun 2020–2024 menggunakan perspektif Realisme Neoklasik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus kepustakaan. Data diperoleh dari dokumen pemerintah, perjanjian bilateral, laporan lembaga internasional, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Prancis bukan merupakan respons otomatis terhadap perubahan sistem internasional, melainkan hasil interaksi antara tekanan sistem internasional, persepsi elite, dan kapasitas negara melalui transmission belt. Tekanan sistem internasional mendorong kebutuhan penguatan kapabilitas pertahanan dan diversifikasi mitra. Persepsi elite menerjemahkan tekanan tersebut menjadi preferensi untuk modernisasi pertahanan, mengurangi ketergantungan pemasok, dan memperkuat industri pertahanan, yang kemudian mendukung pemilihan Prancis sebagai mitra alternatif. Preferensi ini diwujudkan melalui kapasitas regulatif, kelembagaan, industri pertahanan, diplomasi pertahanan, dan pembiayaan. Interaksi ketiga faktor menghasilkan lima foreign policy outputs, yaitu Defence Cooperation Agreement, kontrak strategis pengadaan alutsista, dialog pertahanan, skema pembiayaan, dan kerja sama industri pertahanan. Dampak jangka panjang seperti alih teknologi, peningkatan daya tangkal, dan kemandirian industri pertahanan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kata kunci: Realisme Neoklasik, kerja sama pertahanan, Indonesia, Prancis, kebijakan luar negeri

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. Anita Afriani Sinulingga, S.IP, M.Si ; Zulkifli Harza, S.IP., M.Soc.Sc
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CB History of civilization
K Law > K Law (General)
U Military Science > U Military Science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional
Depositing User: S1 Hubungan Internasional
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:13
Last Modified: 28 Aug 2026 09:13
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534494

Actions (login required)

View Item View Item