Determinan Ketimpangan Pendapatan Daerah Tertinggal di Indonesia (2017 - 2023)

Wahyuni, Intan Fitri (2026) Determinan Ketimpangan Pendapatan Daerah Tertinggal di Indonesia (2017 - 2023). S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (434kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (360kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (212kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (262kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skirpsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan ketimpangan pendapatan di daerah tertinggal di Indonesia selama periode 2017-2023 dengan mempertimbangkan peran transfer fiskal, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel terhadap 62 kabupaten daerah tertinggal. Ketimpangan pendapatan diukur menggunakan Gini Ratio yang ditransformasikan ke dalam bentuk invers, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Desa menggunakan lag satu tahun untuk menangkap kemungkinan adanya jeda antara penerimaan transfer dan perubahan ketimpangan pendapatan. Model Fixed Effect digunakan untuk mengestimasi pengaruh DAU, DAK, Dana Desa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap ketimpangan pendapatan dengan mengendalikan kondisi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAU berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan DAK dan Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan. IPM berpengaruh positif dan signifikan, sementara PDRB tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan transfer fiskal tidak secara seragam menghasilkan pemerataan pendapatan di daerah tertinggal. Pengaruh positif DAU mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas fiskal belum secara otomatis menghasilkan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata, sedangkan pengaruh negatif DAK dan Dana Desa menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut memiliki keterkaitan dengan penurunan ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pengelolaan transfer fiskal yang tepat sasaran serta pemerataan manfaat pembangunan dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan di daerah tertinggal.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Dr. M. Nazer, S.E., M.A.
Uncontrolled Keywords: Ketimpangan Pendapatan; Gini Ratio; DAU; Dana Desa; IPM
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Ekonomi
Depositing User: S1 Ekonomi Ekonomi
Date Deposited: 28 Aug 2026 09:49
Last Modified: 28 Aug 2026 09:49
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534475

Actions (login required)

View Item View Item