Fiona, Gusti (2026) INTEGRASI DATA GRAVITASI SATELIT GGMPLUS DAN CITRA LANDSAT 9 BERBASIS AHP UNTUK DELINEASI ZONA PROSPEK PANAS BUMI DI KAWASAN GUNUNG TALANG. S1 thesis, Uiversitas Andalas.
|
Text
01. Cover & Abstrak.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
02. BAB I.pdf Download (107kB) |
|
|
Text
03. BAB IV.pdf Download (34kB) |
|
|
Text
04. Daftar Pustaka.pdf Download (44kB) |
|
|
Text
05. Skripsi Fulltext.pdf Download (7MB) |
Abstract
Penelitian yang berlokasi di Kawasan Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat, dimana daerah yang terletak zona aktif pegunungan dan berpotensi tinggi panas bumi. Penelitian ini bertujuan mendelineasi zona prospek panas bumi di kawasan Gunung Talang pada cakupan regional sekitar 35-40 km melalui integrasi dari parameter data gravitasi satelit GGMPlus dan citra Landsat 9 berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Sistem Informasi Geografis. Parameter utama terdiri atas Anomali Bouguer Lengkap (ABL) berbobot 30%, Fault and Fracture Density (FFD) 30%, Land Surface Temperature (LST) 25%, dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) 15%. Hasil Pengolahan menunjukkan FFD 0-2,958 km/km², LST 10,0001-26,1835 °C, NDVI -0,74-0,92, ABL 12,5-36,7 mGal, anomali regional 19,4-47,9 mGal, dan amplitudo anomali residual 0-25,5 mGal. Hasil dari kombinasi parameter tersebut menggunakan AHP terbagi menjadi lima kelas yaitu 1,000-1,890 tidak berprospek, 1,890-2,494 prospek rendah, 2,494-3,023 prospek menengah, 3,023-3,596 prospek sedang dan 3,596-4,845 prospek tinggi. Area berprospek tinggi mengikuti sesar berarah dominan barat laut-tenggara, perpotongan rekahan di sekitar Gunung Talang dan jalur menuju bagian selatan-tenggara yang berdekatan dengan manifestasi mata air panas dengan FFD tinggi bernilai 1,229-2,958 km/km², LST bernilai 26,1835 °, NDVI bernilai rendah 0,22-0,65, yang menunjukkan lahan terbuka, sedangkan kontras ABL regional dan residual bernilai tinggi menunjukkan perubahan densitas dangkal. Kesesuaian parameter tersebut menandai zona jalur fluida, alterasi, dan kemungkinan upflow-outflow, tetapi belum membuktikan reservoir produktif. Dengan metode ini yang menghasilkan peta AHP berfungsi sebagai preliminary assessment yang dapat digunakan sebagai acuan awal identifikasi prospek panas bumi untuk eksplorasi lanjutan di daerah dalam kondisi remote area
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Ardian Putra S.Si, M.Si, Rudi Cahyadi S.Si, M.T |
| Uncontrolled Keywords: | Analytical Hierarchy Process, GGMPlus, Gunung Talang, Landsat 9, Panas Bumi. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > S1 Fisika |
| Depositing User: | S1 Fisika Fisika |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:31 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:31 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534447 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric