Qatrunnada, Atikah (2026) Kemampuan Plant Growth-Promoting Bacteria Endophytes (PGPBE) Indigenos untuk Pengendalian Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri(Ell) CIF.) dan Peningkatan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Bawang Merah. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Absrak.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (BAB II)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (163kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (262kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penyakit bercak ungu akibat jamur Alternaria porri merupakan salah satu penyakit utama pada bawang merah karena mengakibatkan penurunan hasil panen hingga 50–57%. Salah satu cara pengendalian ramah lingkungan dengan memanfaatkan Plant Growth-Promoting Bacteria Endophytes (PGPBE)Indigenos. Penelitian bertujuan untuk memperoleh isolat PGPBE indigenos yang berpotensi mampu mengendalikan penyakit bercak ungu dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dalam 2 tahap, yaitu (1) Pengujian kemampuan isolat PGPBE dalam mengendalikan penyakit bercak ungu serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah, (2) Karakterisasi isolat PGPBE sebagai agens biokontrol dan biofertilizer. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 21 perlakuan, 3 ulangan, dan 3 unit. Variabel yang diamati meliputi perkembangan penyakit bercak ungu, pertumbuhan tanaman, hasil bawang merah, uji penghambataan PGPBE terhadap pertumbuhan A. porri, kemampuan menghasilkan enzim kitinase, dan produksi hormon IAA. Hasil penelitian diperoleh PGPBE kode ESLB 2.2, EBJU 2.1, ESLB 3.1, EABA 2.1, ESLB 2.1, EBSD 1.1, ESLA 1.1, EABA 2.2, EAPD 2.1, EBJD 1.1 mampu menekan perkembangan penyakit bercak ungu dengan indeks penekanan 50,10%-76,40% dan mampu mempercepat muncul tunas 4,66-6,33 hst, meningkatkan pertumbuhan 36,33-47,33 cm, jumlah daun 37,66-48,33 helai, berat basah umbi 74,00-107,00 g, dan berat kering umbi 60,66-91,66 g. Sepuluh isolat tersebut juga mampu menghambat pertumbuhan A. porri dengan uji daya hambat 50-53%, menghasilkan enzim kitinase dengan indeks kitinolitik 0.35-2.57, dan memproduksi hormon IAA dengan konsentrasi 13.36-154.91 ppm.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Yulmira Yanti, S. Si., MP ; Dr. Jumsu Trisno, S.P., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | PGPBE; Bawang merah; Alternaria porri; Bercak Ungu |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | S1 Proteksi Tanaman |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 08:22 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 08:22 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]