Potensi Isolat Khamir Epifit Indigenous untuk Menekan Pertumbuhan Colletotrichum musae Penyebab Penyakit Antraknosa pada Buah Pisang (Musa paradisiaca L.) Pasca Panen secara in vitro

Khairunnisa, Nabila (2026) Potensi Isolat Khamir Epifit Indigenous untuk Menekan Pertumbuhan Colletotrichum musae Penyebab Penyakit Antraknosa pada Buah Pisang (Musa paradisiaca L.) Pasca Panen secara in vitro. S1 thesis, Universitas Andalas.

[img] Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version

Download (273kB)
[img] Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version

Download (241kB)
[img] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Published Version

Download (153kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img] Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Colletotrichum musae merupakan jamur patogen utama penyakit antraknosa. Salah satu mikroba yang dapat berperan sebagai agen biokontrol adalah khamir epifit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeahui isolat khamir epifit Indigenous yang efektif dalam menekan pertumbuhan C. musae penyebab penyakit antraknosa pada buah pisang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahapan. 1). Isolasi Khamir Epifit Indigenous dan Patogen C. musae dan, 2). Uji Antagonis Khamir Epifit Indigenous terhadap C. musae secara in vitro dengan metode biakan ganda (dual culture) dan uap biakan. Pengujian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari 3 isolat khamir epifit yang diisolasi dari buah pisang (KBP1, KBP2, KBP3), 3 isolat khamir yang diisolasi dari daun pisang (KDP1,KDP2,KDP3) dan 1 kontrol tanpa perlakuan. Parameter yang diamati yaitu karakterisasi makroskopis dan mikroskopis C. musae, Uji patogenesitas C. musae, karakterisasi makroskopis dan mikroskopis isolat khamir epifit indigenous, Uji patogenesitas khamir epifit indigenous, luas koloni metode dual culture dan uap biakan, dan kerapatan konidia. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh enam isolat khamir epifit yang terdiri atas tiga isolat yang berasal dari buah pisang dan tiga isolat yang berasal dari daun pisang. Hasil uji antagonis khamir epifit terhadap Colletotrichum musae dengan metode biakan ganda (dual culture) dan uap biakan menunjukkan bahwa seluruh isolat khamir epifit mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum musae. Isolat yang memiliki kemampuan penghambatan tinggi adalah isolat KBP1, KBP3, KDP3, dan KBP2. Pada metode biakan ganda, luas koloni yang dihasilkan berkisar antara 18,221–23,766 cm² dengan nilai THR sebesar 55,86-66,16%. Sementara itu, pada metode uap biakan, luas koloni berkisar antara 9,3383-16,000 cm² dengan nilai THR sebesar 71,56–83,40% serta kerapatan konidia berkisar antara 0,712–0,837 × 10⁸/ml dengan persentase penekanan sebesar 69,56–74,10%.

Item Type: Thesis (S1)
Supervisors: Prof. Dr. Ir. Darnetty, MSc ; Dr. Ir. Eri Sulyanti, MSc
Uncontrolled Keywords: Antraknosa; C. musae; khamir epifit; uji antagonis
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Proteksi Tanaman
Depositing User: S1 Proteksi Tanaman
Date Deposited: 28 Aug 2026 05:04
Last Modified: 28 Aug 2026 05:04
URI: http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534389

Actions (login required)

View Item View Item