Putri, Fadhillah (2026) Peran Tiongkok dalam Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja 2025. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (191kB) |
|
|
Text (Bab I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (485kB) |
|
|
Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Published Version Download (205kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Ketika konflik perbatasan Thailand dan Kamboja meletus pada tahun 2025 dan menjadi konfrontasi militer paling serius di ASEAN dalam lebih dari satu dekade terakhir, keterbatasan ASEAN dalam menegakan kepatuhan anggotanya membuka celah bagi kekuatan besar eksternal untuk terlibat di dalam dinamika konflik tersebut. Sebagai aktor dengan pengaruh strategis mendalam bagi kedua belah pihak, Tiongkok hadir mengisi kekosongan kepemimpinan dalam penyelesaian konflik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Tiongkok dalam upaya penyelesaian konflik perbatasan Thailand-Kamboja tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder, seperti pernyataan resmi pemerintah Tiongkok, dokumen diplomatik, serta artikel ilmiah dan pemberitaan yang relevan. Data penelitian ini dianalisis menggunakan konsep peranan nasional (National Role Conception) dari K.J. Holsti. Hasil penelitian menemukan bahwa Tiongkok menjalankan tiga peranan nasional utama. Pertama, sebagai Mediator-Integrator, yang terwujud melalui penyelenggaraan tiga putaran konsultasi Trilateral Shanghai, Anning, dan Yuxi, Shuttle Diplomacy oleh Utusan Khusus Deng Xijun, serta retorika mediasi konsisten oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok. Kedua, sebagai Regional-Subsystem Collaborator, yang ditunjukan melalui dukungan terhadap mekanisme ASEAN dan General Border Committee, pemanfaatan kerjasama Lancang-Mekong sebagai saluran tambahan, serta penghindaran klain kredit tunggal atas mediasi. Ketiga, sebagai Bridge, yang terlihat dari pola pertemuan bilateral terpisah sebelum mempertemukan kedua pihak guna menyeimbangkan kepentingan dua mitra strategis yang berbeda karakter.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Muhammad Yusra, S.IP., M.A ; Diah Anggraini Austin, S.IP., Msi |
| Uncontrolled Keywords: | Peran Nasional; National Role Conception; Tiongkok; Konflik perbatasan Thailand-Kamboja; Mediator-Integrator; Holsti |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JC Political theory J Political Science > JQ Political institutions Asia J Political Science > JX International law J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Hubungan Internasional |
| Depositing User: | S1 Hubungan Internasional |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:50 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:50 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric