sukarli, Sukarli (2026) MODEL PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DALAM MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI IMPLEMENTASI SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DAN PENTAHELIX COLLABORATION. S3 thesis, Andalas University.
|
Text
02. BAB I.pdf Download (464kB) |
|
|
Text
03. BAB IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
05. Disertasi Fulltext.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
01.Cover & Abstrak.pdf Download (0B) |
|
|
Text
04. Daftar Pustaka.pdf Download (0B) |
Abstract
MODEL PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DALAM MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI IMPLEMENTASI SOCIAL ENTREPRENEURSHIP DAN PENTAHELIX COLLABORATION Oleh: Sukarli (2131622001) (Di bawah bimbingan: Prof. Dr. Ir. Rahmat Syahni, MSc., Prof. Dr. Elfindri, S.E., M.A., dan Dr. Ir. Hery Bachrizal Tanjung, M.Si.) ABSTRAK Pembangunan pertanian berkelanjutan menuntut transformasi dari pendekatan yang berorientasi pada produksi menuju pembangunan berbasis Agrifood System yang mengintegrasikan sumber daya, aktor, kelembagaan, inovasi, pasar, dan rantai nilai. Kabupaten Pasaman Barat memiliki potensi pertanian yang besar, namun pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan masih menghadapi keterbatasan integrasi antarsubsistem, kapasitas kelembagaan petani, hilirisasi dan penciptaan nilai tambah, serta kolaborasi antaraktor pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya mekanisme pembangunan kawasan yang mampu mentransformasikan kapasitas aktor lokal dan tata kelola kolaboratif menjadi capaian Pertanian Berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Social Entrepreneurship dan Pentahelix Collaboration terhadap Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, menganalisis pengaruh Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan terhadap Pertanian Berkelanjutan, menguji peran mediasinya, serta merumuskan model pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan dalam mewujudkan Pertanian Berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 342 sampel petani yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 2.545 petani pada empat kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Pasaman Barat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Tahap kualitatif melibatkan 34 informan yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media melalui wawancara mendalam. Data kualitatif dianalisis melalui Open Coding, axial coding, dan selective coding, sedangkan hasil kuantitatif dan kualitatif diintegrasikan melalui joint display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Entrepreneurship berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertanian Berkelanjutan dan Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan. Pentahelix Collaboration berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertanian Berkelanjutan dan Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan. Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertanian Berkelanjutan. Model mampu menjelaskan 45,4% varians Pertanian Berkelanjutan dan 19,1% varians Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan. Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan juga memediasi secara signifikan pengaruh Social Entrepreneurship terhadap Pertanian Berkelanjutan dan pengaruh Pentahelix Collaboration terhadap Pertanian Berkelanjutan. Signifikannya pengaruh langsung dan tidak langsung menunjukkan pola mediasi parsial (partial mediation). Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif dengan menunjukkan bahwa Social Entrepreneurship bekerja melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani, inovasi lokal, mekanisasi, dan kepemimpinan komunitas, sedangkan Pentahelix Collaboration memperkuat koordinasi lintas aktor, integrasi sumber daya, pertukaran pengetahuan, dan kemitraan pembangunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konseptualisasi dan pembuktian empiris Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan sebagai mekanisme integrasi pembangunan berbasis kawasan yang memediasi hubungan antara Social Penelitian ini menghasilkan Model Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan yang menegaskan bahwa pencapaian Pertanian Berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas aktor lokal dan kolaborasi multipihak secara langsung, tetapi juga oleh kemampuan kawasan mengintegrasikan aktor, sumber daya, kelembagaan, inovasi, pasar, dan rantai nilai dalam kerangka Agrifood System berbasis wilayah. Secara teoretis, temuan penelitian memperluas penerapan perspektif Collaborative Governance dalam pembangunan pertanian berbasis kawasan, sedangkan secara praktis memberikan dasar bagi perumusan kebijakan pembangunan pertanian yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.Entrepreneurship sebagai kapasitas aktor lokal dan Pentahelix Collaboration sebagai tata kelola kolaboratif dengan Pertanian Berkelanjutan. Kata kunci: Social Entrepreneurship; Pentahelix Collaboration; Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan; Pertanian Berkelanjutan; Agrifood System; Collaborative Governance.
| Item Type: | Thesis (S3) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Ir. Rahmat Syahni, MSc., Prof. Dr. Elfindri, S.E., M.A., dan Dr. Ir. Hery Bachrizal Tanjung, M.Si. |
| Uncontrolled Keywords: | Social Entrepreneurship; Pentahelix Collaboration; Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan; Pertanian Berkelanjutan; Agrifood System; Collaborative Governance. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Depositing User: | S3 Studi Pembangunan |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:13 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:13 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/534113 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric