Al Hafizhu, M.Agus (2026) Hubungan Kondisi Air Bersih, Sanitasi, dan Perilaku Higiene Pascabanjir dengan Water Related Disease di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam Tahun 2026. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Cover & Abstrak)
01. Cover & Abstrak.pdf - Published Version Download (190kB) |
|
|
Text (BAB I)
02. BAB I.pdf - Published Version Download (343kB) |
|
|
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Published Version Download (39kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (174kB) |
|
|
Text (Skripsi Fulltext)
05. Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Berdasarkan data BPBD Sumatera Barat, bencana banjir di Nagari Salareh Aia menyebabkan kerusakan akses air bersih, penurunan kualitas air, sanitasi dan higiene, sehingga meningkatkan peluang terjadinya water related disease. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kondisi air bersih, sanitasi, dan perilaku higiene dengan kejadian water related disease di Nagari Salareh Aia. Desain penelitian crosssectional dengan populasi 689 KK. Sampel sebanyak 89 KK dengan margin of error 10% dan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan Maret–Juli 2026. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden (57,3%) mengalami water related disease. Pada akses air, sebagian besar memiliki sumber air layak (53,9%), ketersediaan air tidak cukup (65,2%), jarak sumber air dekat (75,3%), dan telah mengolah air sebelum digunakan (51,7%). Pada kualitas air, mayoritas menyatakan air jernih (100%), tidak berbau (87,6%), tidak berasa (94,4%), dan tidak berwarna (78,7%). Pada sanitasi, seluruh responden memiliki jamban (100%), sebagian besar kondisi jamban tidak layak (79,8%), jenis jamban memenuhi syarat (76,4%) dan melakukan pengelolaan sampah (73%). Pada higiene, sebagian besar responden mencuci tangan (58,4%) dan aktivitas mandi baik (60,7%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara ketersediaan air (p=0,000; POR=8,242), jarak/waktu tempuh air (p=0,000; POR=25,9), perlakuan air (p=0,000; POR=6,444), bau air (p=0,002), warna air (p=0,000), cuci tangan (p=0,000), dan aktivitas mandi (p=0,000) dengan water related disease, sedangkan sumber air utama, rasa air, kondisi jamban, jenis jamban, dan pengelolaan sampah tidak signifikan (p>0,05). Diperlukan adanya perbaikan akses dan kualitas air bersih, sarana sanitasi, serta peningkatan perilaku higiene perlu menjadi prioritas bersama pemerintah nagari dan masyarakat guna menurunkan risiko water related disease pascabencana.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Putri Nilam Sari, SKM., M.Kes ; Aulia Rahman, SKM., MKM. |
| Uncontrolled Keywords: | water related disease; clean water; sanitation; hygiene; post flood |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | S1 Kesehatan Masyarakat |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 03:04 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 03:04 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533996 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]