Sofas, Agri (2026) Kesiapan Petani Kelapa Sawit Swadaya Menuju Sertifikasi ISPO di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Kabupaten Pesisir Selatan. S1 thesis, Universitas Andalas.
|
Text (Sesuai dengan nama masing-masing file)
01 Cover & Absrak.pdf - Published Version Download (298kB) |
|
|
Text (Sesuai dengan nama masing-masing file)
02 BAB I.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (Sesuai dengan nama masing-masing file)
03 BAB V.pdf - Published Version Download (200kB) |
|
|
Text (Sesuai dengan nama masing-masing file)
04 Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (254kB) |
|
|
Text (Sesuai dengan nama masing-masing file)
05 Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi instrumen penting dalam mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, termasuk pada petani swadaya. Namun, masih banyak petani yang belum mengetahui, memahami, serta memenuhi berbagai persyaratan ISPO. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesiapan petani kelapa sawit swadaya menuju sertifikasi ISPO dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan tersebut. Metode pada penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 84 responden yang dipilih dari 106 petani anggota kelompok tani melalui proportionate random sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu prinsip dan kriteria ISPO bagi petani Swadaya serta umur petani, tingkat pendidikan formal, pengalaman berusahatani, luas lahan, pengetahuan, dan keyakinan. Kesiapan diukur melalui 37 indikator dalam lima prinsip ISPO dengan skala dikotomis, kemudian kesiapan setiap prinsip dan kesiapan responden dikelompokkan menggunakan nilai median, sedangkan faktor faktor yang memengaruhi kesiapan dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Berdasarkan median, sebanyak 51,19% petani berada pada kategori tidak siap dan 48,81% pada kategori siap. Pada tingkat prinsip, proporsi siap tertinggi terdapat pada penerapan transparansi 48,81%, sedangkan seluruh responden tidak siap pada prinsip pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam, dan keanekaragaman hayati. Regresi logistik menunjukkan bahwa lama pendidikan formal dan keyakinan terhadap ISPO berpengaruh signifikan terhadap kesiapan petani, sedangkan umur, lama berusahatani, luas lahan, dan pengetahuan tidak berpengaruh signifikan. Pendampingan legalitas, dokumen lingkungan, praktik perkebunan yang terdokumentasi, transparansi informasi, serta penguatan keyakinan petani diperlukan untuk meningkatkan kesiapan menuju sertifikasi ISPO.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Nur Afni Evalia, S.P., M.M ; Dr. Afrianingsih Putri, S.P., M.Si |
| Uncontrolled Keywords: | ISPO; Kelapa sawit swadaya; Kesiapan petani; Regresi logistik, Sertifikasi |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis |
| Depositing User: | S1 Agribisnis Agribisnis |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:21 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:21 |
| URI: | http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/533955 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric